{"id":438,"date":"2026-07-25T02:46:43","date_gmt":"2026-07-25T02:46:43","guid":{"rendered":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/?p=438"},"modified":"2026-07-25T02:46:46","modified_gmt":"2026-07-25T02:46:46","slug":"kesadaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/2026\/07\/25\/kesadaran\/","title":{"rendered":"Kesadaran"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesadaran<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh: David Goh<br>Balikpapan, April 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Sejati<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya bukan seorang penggagum yang belajar khusus kepada Anand Krishna, dan tidak ada salah nya membagikan yang baik menurut versi saya. Dan bagi saya semua guru harus di hormati. Termasuk semua guru-guru yang lain\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3 tahun yang lalu jalan ke gramedia dan melhat buku dan singkat saya beli, sub judul Seni Memberdaya Diri 2 (SMD). \u201dMEDITASI\u201d Untuk Peningkatan Kesadaran. Sore kemarin setelah sampai di rumah teringat dari Bapak Anattagotama, untuk minta sharingkan, saya kemudia bongkar koper dan menemukan kembali buku yang 3 tahun saya baca. Saya baca ulang mulai 18:30 \u2013 21:00, untuk merefresh kembali.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"128\" height=\"96\" src=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/oursujud.thumbnail.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-439\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buku ini dimulai dengan kata \u2013kata<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">J. Krishnamurti \u2013 dikutip dari Meditation, Shambala , 1991, @Krishnamurti Foundation 1979. Intinya: \u201dMeditasi menuntut kerja keras. Meditasi menuntut disiplin yang sangat tinggi. Bukan penyesuaian, bukan peniruan, buka pula kepatuhan, tetapi disiplin lahir dari kesadaran\u2026\u2026\u2026 \u2026. Tanpa Kesadaran akan jati diri, meditasi kehilangan artinya\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Osho \u2013 dikutip dari What is Meditation, Element Books Ltd, 1995 @Oasho International Foundation 1995. Intinya: \u201c\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026.. Meditasi berarti melampaui keinginan. Melampaui thoughts dan mind. Meditasi berarti menikmati kekinian, hidup dalam kekinian\u2026\u2026\u2026\u2026 \u2026\u2026\u2026 Yang melarikan diri dari kehidupan, sebenarnya mind dan keinginan\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anthony de Mello \u2013 dikutip dari Sadhana, Kanisius 1980, @ Kanisius 1980 Isinya: \u201ckita perlu meratapi kehilangan yang kita derita, kita perlu merasakan kemarahan dan kekecewaan kita, sebelum memuji Tuhan serta membuka hati untuk menerima hiburan dan kedamaian-NYA.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hazrat Inayat Khan \u2013 dikutip dari The Divinity of the Human Soul, 1990. @ International Headquaters of the sufi Movement. Isinya:<br>\u201cApa yang berasal dari luar bukanlah Intuisi. Instuisi adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri sendiri dan memberikan kepuasan, kelegaan dan kebahagiaan\u2026 Jika mind tidak menjadi penghalang, setiap orang akan menjadi intuitif. Seseungguhnya intuisi jauh lebih alami dan mudah diperoleh daripada logika yang di kejar oleh mind\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">G.I Gurdjieff \u2013 dikutip dari Views from the Real World. Ankara 1984 @ Triangle edition, Inc, 1973.. intinya: \u201c tindakan konsentrasi itu tidak baik jika saudara biasakan, karena hakikatnya menguatkan kemauan hati saudara, sedangkan hati itu merupakan sarang dari nafsu.. \u2026\u2026. \u2026. \u2026 Pencerahan tidak dapat di peroleh dengan mind. Apabila diperoleh dengan mind, itu tidak berguna sama sekali.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BUKU ini sendiri (Karya ini) khusus dipersembahkan kepada: HERMANN HESSE (1877 \u2013 1962) dan OSHO (1931 -1990) Mereka adalah sumber inspirasi utama dalam penyusunan buku ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buku ini berisi setebal 242 halaman.<br>Banyak mengajarkan tentang Meditasi versi \u201d Ananda\u2019s\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya akan menulis kembali saja yang ada di buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SIDDHARTHA sendiri di ceritakan menjadi 3 bagian dalam buki ini. Dan buku ini telah di baca AK 30 tahun yang lalu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian Pertama: MENCARI JATI DIRI<br>\u2013 cerita tentang Siddhartha adalah Putra seorang Pendeta<br>\u2013 mengikuti Bersama Para Samana<br>\u2013 Bertemu dengan Gotama<br>\u2013 Mendapatkan Kesadaran<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian Dua: MENGOLAH DIRI<br>\u2013 Belajar Seni cinta kepada KAMALA<br>\u2013 Masuk dalam Di tengah keramaian dunia<br>\u2013 Samsara<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian Tiga: Menggapai Kesempurnaan<br>\u2013 mengenai sungai<br>\u2013 Tukang Tambang yang telah tercerahkan<br>\u2013 Sang Anak<br>\u2013 Om (suara Om)<br>\u2013 Govinda<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedikit Kutipan Dari Buku ini:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesadaran<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan dengan Sang Buddha meninggalkan bekas yang tak akan pernah terlupakan oleh Siddhartha. Goresan-goresan baru pada batinnya akan ia kenang selalu. Yang jelas, ia terbebaskan dari keinginan untuk mencari seorang guru, seorang pembimbing \u2013 juga dari keinginan untuk mencari suatu ajaran baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia telah bertemu dengan seorang Guru yang paling bijak. Ia sadar sepenuhnya Sang Buddha tidak tertandingi. Tidak, ia tidak akan mencari guru lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mulai melakukan perenungan. Upayanya untuk melepaskan diri dari \u201dAku\u201d ternyata sia-sia. Selama itu, ia hanya melahirkan diri dari \u201dAku\u201d ternyata sia-sia. Selama itu, ia hanya melarikan diri dari \u201dAku\u201d. Al-hasil, ia mengetahui begitu banyak tentang dulia luar, tetapi begitu sedikit tentang dirinya sendiri \u2013 tentang Siddhartha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyimpulkan bahwa pelarian diri itu terjasi, karena ia takut pada dirinya sendiri. Kemudian ia mencari pembenaran, dan selalu berupaya untuk emnyembunyikan rasa-takutnya di balik pengetahuan dan kecerdikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulan itu membuat dia hidup kembali. Seakan-akan jiwanya yang sudah lama sekarat mendapatkan tiupan nyawa baru. Ia tidak akan mencari lagi. Ia akan belajar dari dirinya sendiri dari Siddhartha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiba-tiba dunia sekitarnya berubah menjadi indah sekali. Selama itu, ia buta, sehingga tidak dapat menikmati keindahan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian ia berpikir, apa yang harus dilakukan. Ia bukan putra seorang pendeta lagi \u2013 rumah itu sudah ia tinggalkan jauh di belakang. Ia bukan seorang Samana lagi. Ia hanyalah seorang Siddhartha. Untuk pertama kalinya ia sadar akan ke-\u201dSiddhartha\u201d-annya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Govinda telah bergabung dengan para bikshu. Ia telah menentukan jalan hidupnya. Sekarang giliran dia harus menentukan jalan hidupnya sendiri. Tidak, ia tidak akan menoleh ke belakang. Ia tidak akan mundur. Ia akan berjalan terus. Ia akan melangkah ke depan\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buku ini ditutup dengan sebuah cerita:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa gunanya meditasi yang anda ajarkan? Yang belajar pun belum sadar juga\u2026.. demikian kata pemilik industri deterjen, kepada seorang master.<br>Sang master tersenyum dan mengajak penanya tersebut ke taman di seberang padepokannya, \u201d lihatlah anak-anak itu. Merekla sedang bermain dengan lumpur. Baju mereka begitu kotor.\u201d<br>\u201dYa, saya sedang memperhatikan mereka\u201d \u201dlantas apa gunanya kamu memproduksi dengan menjual ditergen? Baju mereka toh tetap kotor juga\u201d tanya sang Murshid.<br>\u201dYa, baju mereka kotor. Baju mereka bisa kotor dan justru karena itu diterjen dibutuhkan\u201d jawab si industrialis. \u201dDan karena itu pula saya mengajarkan mesitasi. Manusia tidak sadar. Manusia bisa tidak sadar. Justru karena itu, meditasi dibutuhkan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian buku yang saya baca\u2026. tidak tahu rangkuman atau apa, semoga terispirasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dbiarlah yang mengerti, mengertilah\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Sejati<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSiapa yang bersungguh-sungguh,<br>akan menemukan yang dicarinya\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesadaran Oleh: David GohBalikpapan, April 2007 Salam Sejati Saya bukan seorang penggagum yang belajar khusus kepada Anand Krishna, dan tidak ada salah nya membagikan yang baik menurut versi saya. Dan bagi saya semua guru harus di hormati. Termasuk semua guru-guru<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-438","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"jwk","author_link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/author\/jwk\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Uncategorized<\/a>","rttpg_excerpt":"Kesadaran Oleh: David GohBalikpapan, April 2007 Salam Sejati Saya bukan seorang penggagum yang belajar khusus kepada Anand Krishna, dan tidak ada salah nya membagikan yang baik menurut versi saya. Dan bagi saya semua guru harus di hormati. Termasuk semua guru-guru","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=438"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/438\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":440,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/438\/revisions\/440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}