{"id":406,"date":"2026-07-25T02:21:58","date_gmt":"2026-07-25T02:21:58","guid":{"rendered":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/?p=406"},"modified":"2026-07-25T02:22:00","modified_gmt":"2026-07-25T02:22:00","slug":"sarasehan-pencerahan-vs-ritual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/2026\/07\/25\/sarasehan-pencerahan-vs-ritual\/","title":{"rendered":"Sarasehan Pencerahan vs Ritual"},"content":{"rendered":"\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Gantharwa \u2013 Mei 30, 2007<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">TOPIK 1:<br>Apakah jika seseorang sudah mengalami pencerahan maka ritual yang dalam bentuk agama sudah tidak dibutuhkan lagi?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Mei 30, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">kayaknya tidak perlu lagi deh,,,<br>karena ngapain lagi..<br>kenapanya saya kurang jelas, tapi yang jelas, Allah juga tidak ber\u201dritual\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Mei 30, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">wah kayanya untuk orang seperti kita harus masih di laksanakan mas, kalo ngga di anggap sesat oleh warga\u2026nanti di hukum massa dan bisa sampai masuk bui lho\u2026pasti nggak mau kan?<br>kita berada di tengah masyarakat kurang berpendidikan dan mementingkan symbol2 sehingga tak sedikit di negeri ini yg mengalami pencerahan di kucilkan bahkan sampai di bunuh atas nama agama\u2026<br>bagi para extrimis darah orang sesat\/kafir adalah halal..takut deh\u2026<br>mending kalo itu rahasia pribadi saja..huahuahua<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">y.Hendrayana \u2013 Mei 30, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">untuk yang beragama islam khususnya diri saya, meskipun sseseorang sudah mengalami \u201cpencerahan\u201d , ritual agama adalah sebuah syariat yang tetap harus dilaksanakan. ritual tersebut ada dalam rukun islam, (karena hukumnya wajib). itulah salah satu tanda bukti bahwa kita tetaplah mahluk yang lemah.mahluk tetaplah mahluk tidak akan bisa menyamai pencipta atau sang khaliq. semua agama tentunya punya kaidah ibadah tersendiri, untuk menjadi dan mengalami pencerahan salah satunya melalui ritual agama dan budi pekerti yang luhur. sungguh aneh jika ada seseorang yang sudah mengalami pencerahan tidak melakukan ritual agama. disitulah sesungguhnya kita harus takut dihinggapi sikap takabur atau sombong karena \u201cpencapaian pencerahan tadi\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terimakasih<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Mei 30, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum \u2026.<br>\u201cApakah jika seseorang sudah mengalami pencerahan maka ritual yang dalam bentuk agama sudah tidak dibutuhkan lagi?\u201d<br>Menurut saya dibutuhkan,<br>Hal ini dimaksudkan untuk lebih menyadarkan bahwa Manusia tetap sebagai ciptaan TUHAN dan ketika manusia sudah mencapai tingkatan Ma\u2019rifat dimana Dzat Allah sudah dicintai secara penuh hingga Allah mencintainya secara penuh pula hingga semua kekuasaan Allah diberikan kepada Manusia Sejati tersebut.<br>Tingkatan Ma\u2019rifat bisa dicapai ketika Syari\u2019at, Tharekat dan Hakikat dilampaui. Dengan demikian, bukan berarti ketiga tingkatan tersebut kita tinggalkan karena kita akan diingatkan kembali ketika kita akan turun kedunia untuk menjalani hukuman yang ditanyakan : Siapakah Tuhan kamu \u2026 maka Ruh manusia menjawab \u201c Allah, Tuhan kami Yang Maha Agung \u201c Apakah ritual agama masih diperlukan ?<br>YA \u2026\u201dDan apabila dikatakan kepada mereka: \u201cSujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang\u201d, mereka menjawab:\u201dSiapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kepada kami?\u201d, dan ucapan itu menambah mereka jauh dari Allah . Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.<br>Dan Dia yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.<br>Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata keselamatan.<br>Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka .<br>Dan orang-orang yang berkata: \u201cYa Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal\u201d.<br>(Al Furqaan; 60-65)\u201d. Proses Penyatuan ada 3 tahap :<br>Tahap pertama adalah tahap terpisah dimana dengan usaha tertantu kita akan mengalami extase atau rasa cinta yang sangat mendalam kepada Allah melalui tharekat-tharekat yang dikerjakan (bisa berupa berdzikir atau meditasi) karena untuk memasuki tahap ini diperlukan ketenangan untuk tidak memikirkan duniawi. Djalaluddin Rumi terkenal dengan tariannya untuk mencapai tahap extase ini. Tahap kedua adalah tahap penyatuan dimana Ruh Allah yang ada dalam badan kita akan menyatu dengan Ruh Allah yang ada di Arsy\u2019 namun dzat Allah tetap berada diatas Arsy\u2019 Yang Agung \u2026. Tahap inilah yang mungkin dialami oleh Ibnu Arabi, Usman bin Mansyur Al Hallaj (Sang penggaru bathin) dimana \u2018Jika kami melihat-NYA maka kami akan melihat kami. Namun tidak dialami oleh Kanjeng Siti Jenar karena beliau mampu memisahkan diri kembali melalui Kesadaran Sejati. Sedangkan \u2018Ana Al Haq\u2019 nya Al Hallaj bukan berarti \u2018Akulah Sang Maha Benar\u2019 tetapi \u2018Akulah Kebenaran\u2019. Kebenaran akan keberadaan Allah dan kebenaran bahwa ruh Allah bersemayam dalam jasad manusia yang berupa bangkai dengan tulang berbungkus daging dan darah. Ketika Al Hallaj menyatakan itu Ruh dalam badannya masih menyatu dengan Ruh Allah sehingga apa yang diucapkan adalah berasal dari Allah. Tahap ketiga adalah tahap pemisahan kembali.<br>Perpisahan kembali ruh Allah dalam jasad manusia dengan ruh Allah di Arsy. Pada tahap inilah Kesadaran Sejati dicapai bahwa Allah sebagai pencipta dan Manusia sebagai Ciptaan. Ruh Allah lah yang membuat manusia hidup, berfikir dan berkarya \u2026 Tahap ini dialami oleh Djalalluddin Rumi, Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Sir Ahmad Sri Hindi, sufiwati Rubiyah dan beberapa lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wassalamu\u2019alaikum<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko josie pandiangan \u2013 Mei 30, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hmmm\u2026pencerahan? Setiap menit jika dalam kesadaran sesungguhnya manusia itu mendapatkan pencerahan.Setiap pendiri agama manapun mengaku dirinya mendapatkan pencerahan.Jadi belajar mendapatkan pencerahaan pd orang laen adalah baik adanya.Ritual dalam agama adalah bentuk sebuah sikap dari pendiri sebuah agama,bagaimana dia berdoa,bagaimana cara dia mengagungkan SANG PENCIPTA.Cara dia bersikap itu adalah keberadaannya dihadapan TUHAN.Mengikuti ritual sebuah agama boleh2 aja selama dia terfokus pada SANG PENCIPTA. Toh hidup ini adalah sebuah perjalanan menuju kemanunggalan GUSTI, dan sebuah pelajaran menilai diri,mengenal diri.Tuhan ndaklah meliat sebuah bentuk ritual tp menilai sang hati.Andaikan saya berada dlm lingkungan di hutan otomatis saya harus belajar mengenal binatang2 didalam hutan shg saya mengerti bagaimana bisa \u201csurvive\u201d dlm hidup\u2026saya harus belajar mengenai tumbuh2an yg bisa dimakan dan yg beracun.Andaikan saya tinggal di pantai saya harus belajar utk mencari ikan..belajar membuat jala..belajar berenang\u2026belajar membuat perahu\u2026hidup adalah sebuah pembelajaran dan itu adalah proses utk meliat apa adanya\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">yg mengerti mengertilah\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nata Warga \u2013 Mei 31, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Sejati<br>Andai pencerahan itu adalah menuju ke suatu kota (sebutlah Bandung), kita sama-sama ingin ke Bandung, karena kita berada diluar kota atau negara lain. Tentu untuk menuju ke Bandung ada yang beli tiket KA, tiket pesawat, tiket bus, yang luar pulau adalah tiket kapal laut\/pesawat, dll, yang menuju kepada Tujuan tersebut. Akhirnya Kita semua sampai pada tempat tujuan kita yaitu Bandung (pencerahanan). Apakah kita masih perlu beli tiket di Bandung untuk menuju ke Bandung. Jawabannya adalah Tidak dan Iya Tidak: karena bagi pribadi diri kita yang sebenarnya sudah tidak butuh, karena ada hal yang lebih penting yang harus di lakukan saat kita sampai pada Bandung (Pencerahan). Tapi banyak yang masih menganggap perlu karena belum sampai, jadi belum tahu apa yang harus di lakukan setelah sampai. Iya: bisa saja kita tetap beli tiket, tapi bukanlah untuk diri sendiri, tapi kita kirim kepada saudara kita yang masih kesulitan dapatkan tiket yang ada di luar kota\/negeri yang mau menuju ke Bandung (pencerahan) Maka kalau sudah mencapai tahap pencerahaan, apakah masih dibutuhkan ritual? untuk pribadi tidak perlu lagi, Kenapa? karena \u201cjeruk tidak makan jeruk\u201d. (jeruk kok makan jeruk? )<br>tapi sebagai contoh teladan itu perlu, karena kita hidup di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ki Kalamwadi \u2013 Mei 31, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alam adalah ayat yang tersirat<br>Manusia adalah ayat yang berjalan<br>Kitab Suci adalah ayat yang tertulis<br>Sebelum mengalami kehancuran (yaumil Kiyamah) bumi bulan dll akan selalu berputar sesuai dengan kodratnya.Karena dengan berputarnya bumi, bulan dan lain2 akan terbentuklah Atmosfir, gravitasi, siang, malam, dll yang akan menjaga eksistensi makhluk didalamnya.Apakah itu cuma kebetulan, jawabnya bukan, itu semua adalah bukti2 kekuasaan Alloh Robbuallamin.Dan itu semua bukti dari ritual Alam untuk mensucikan ALlah.<br>Apa yang ada diLangit dan DiBumi semua bertasbih kepada Allah.<br>Dan dengan bergantinya siang dan malam disitu terdapat tanda2 kekuasaan Alloh bagi orang orang yang mau berfikir.<br>Saya yakin pada ritual agama apapun semua pasti diulang-ulang,seperti sholat misalnya, karena dengan proses pengulangan itu akan timbulah energi ilahiyah yang akan membuat manusia semakin tercerahkan.Tentu saja ritual (ibadah) yang dilakukan harus benar(tau visi dan misinya).Dan semua bentuk laku(ritual) selain berfungsi sebagai tanda pengakuan adanya tuhan (menyembah)pada prinsipnya adalah alat untuk menundukan nafsu hayawaniah (amarah, lawamah, sawiyah)yang selalu berusaha untuk menutupi ruh supaya tidak bisa tidak bisa menyinari jasad dan batiniah.bukankah sang nafsu (Syetan) selalu bergerak untuk menyesatkan manusia.Dan nafsu ini akan berhenti bersamaan kematian fisik.Saya rasa sangat aneh bila ada orang yang mengaku sudah mendapatkan pencerahan terus meninggalkan ritual yang ada pada keyakinan mereka.Siapa yang makin mengenal tuhannya makin tersa bodohlah akan dirinya, tidak merasa pinter.kalau sudah ada pesawat kenapa masih milih sepeda,biar sehat kali yee<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Moh. Nur \u2013 Mei 31, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memang harus membedakan yang \u201cmerasa\u201d sudah pencerahan, dan yang \u201cmemang\u201d utuh tercerahkan. Saya kira topiknya adalah lebih kearah, \u201cyang memang sudah tercerahkan\u201d. kalau manusia \u201cyang memang sudah tercerahkan\u201d itu, tidak ada isitilah atau alasan, takut dihinggapi sikap takabur atau sombong , diingatkan kembali ketika kita akan turun kedunia untuk menjalani hukuman, bagaimana bisa \u201csurvive\u201d dlm hidup, contoh teladan itu perlu, makin mengenal tuhannya makin terasa bodohlah akan dirinya. semua istilah di atas adalah atas dasar pikiran (mind set) bukan pencerahan. jadi analisa dari teman diatas hebat-hebat, tapi itu hanya sekedar mencoba mencampurkan minyak dan tanah, seolah-olah masuk logika dan keimanan, tapi ini hanyalah mencoba mempertahankan Mind Set Keimanan, atau akhirnya terhinggap penyakit yang sangat halus yang tidak disadari, yaitu Egoisme Spiritualitas. Silahkan kalau masih ingin mengaduk-aduk minyak dan air, nanti kalau udah kecampur kasih tahu ya\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi.. TIDAK PERLU lagi.<br>Manunggal Kok sembah diriNya sendiri, doa pada diriNya sendiri, bersyukur pada diriNya, dllNya (yang disebut itu ritual) main dagelan apa?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau Iya malah bahaya, orang akan saling menghakimi, wong.. yang tercerahkan aja lakukan ritual, apalagi yang tidak tercerahkan, dan orang yang tidak seritual akan jadi sasaran komunitas mayoritas, yang sekarang sudah terjadi di Indonesia. maka kalau orang yang tercerahkan model ini akan bahaya bagi umat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga bermanfaat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">anton Loewijono \u2013 Juni 1, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang beranggapan bahwa klo sudah dapat melewati suatu keadaan\/masalah dan dapat menyelesaikannya dengan arif dan bijaksana dapat disebut telah mengalami pencerahan, apalagi suatu penyelesaian masalah tersebut bermakna bagi seluruh semesta alam pasti sudah disebut sbg pencerahan. Jadi sayapun dapat menyebut suatu pencerahan itu sebagai pribadi sifatnya sama seperti ritual2 agama dan mungkin banyak orang yg telah mengalami pencerahan. Misalnya saya dulu pakai narkoba +_ 8 thnan trus setelah dapat pencerahan tidak pakai lagi (omong2 ini bisa disebut sbg pencerahan gak ya\u2026). .Contoh lainnya misal puasa. Semua tokoh2 yg mengalami pencerahan biasanya melakukan puasa, memang tokoh2 tsb selalu menyatakan bahwa ritual2 agama harus dilakukan dengan sikap yg rendah hati dan tulus, klo bisa jangan orang tahu klo kita melakukan ritual tsb. Klo saya sich pengen banget dapet pencerahan, dikit2 dulu kali ya, he..he..he biar gak kaget\u2026jadi klo sudah dapat pencerahan ya klo bisa masih melakukan ritual2 agama , karena ya sbg contoh teladan untuk orang2 yg blum atau ingin mengalami pencerahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam pencerahan\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teuku razali \u2013 Juni 2, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dear,<br>Ikut urun rembug, menurut saya kita harus satu persepsi dulu, Apa yg dimaksud dengan \u201cPENCERAHAN\u201d ? apakah ada tingkatannya ? bagaimana seseorang sudah dianggap mengalami Pencerahan? dll.<br>bagaimana tolok ukurnya??. dari hal-hal di atas akan dapat dipahami apakah ritual masih perlu dilakukan atau tidak secara bijak. karena spiritual sifatnya adalah personal. Semoga sarasehan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">si-kancil \u2013 Juni 2, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">saya mau ikut nimbrung topik ini, menurut saya \u2026<br>ritual yang dalam bentuk agama masih tetap di butuhkan, tapi level\/tingkatannya sudah berbeda,<br>misalnya :<br>sebelumnya kita memandang ritual yang dalam bentuk agama adalah merupakan suatu kewajiban yang harus di jalani, setelah mengalami pencerahan maka kedudukan ritual dalam bentuk agama bukan lagi KEWAJIBAN melainkan menjadi suatu KEBUTUHAN bagi kita. terima kasih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">y.Hendrayana \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dari Y.Hendrayana buat mas teuku razali tingkat kewalian seseorang hanya dapat di ukur oleh orang yang mencapai tingkatantersebut juga. buat contoh, misalnya<br>jika seseorang sudah mencapai tingkatan kewalian ataupun pencerahan, aura orang tersebut akan membawa kedamaian bagi lingkungannya. sebelum berjabat tangan dengan orang tesebut bahkan baru mendengar namanya saja kita sudah merasa sejuk dalam hati ini, dan setiap kata, sikap dan tindakannya akan akan selalu dikenang tanpa terhalang oleh waktu, contoh utama adalah nabi kita ya habiballah muhammad SAW. nama, sikap, perilaku dan kata katanya masih jadi pijakan banyak orang.pertanyaan nya sekarang adalah sudahkan diri yang lemah ini bisa membawa \u201cpencerahan dan membawa ketenangan di lingkungan kecil kita \u201ckeluarga\u201d? jika sudah mari kita bergerak untuk membagi pencerahan itu pada lingkungan sekitar kita. energi ruhiyah kita harus selalu kita tingkatkan dengan \u201critual agama\u201d baik dengan AMAL LILLAH maupun Amal Billah\u2026 sisihkan waktu kita buat membagi sinar pencerahan itu bagi orang lain, setelah itu hasilnya kita serahkan pada sang KHALIQ. Mahluk tetaplah mahluq, tidak akan bisa menyamai dengan Sang Kreator<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">wassalam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">mas hendrayana, betul apa yg dikatakan mas\u2026kalau dilihat dari sudut pandang mas ya sah2 saja\u2026<br>hanya satu hal yg menurut pandangan saya berbeda adalah kalau kita adalah sang creator juga..bukan sembarang makhluk..itulah makanya bagi saya\u2026saya tidak mau hanya sekedar membaca kitab suci dan asal ngomong sesuai kitab suci walaupun itu sah2 aja..alangkah baiknya kalau kita juga maju SATU langkah lagi, bukan hanya membaca dan mengenal\u2026tapi MENGALAMI\u2026<br>mari kita kembangkan diskusi ini\u2026apakah mungkin kita bisa bertemu dengan Nabi\u2026?katakanlah bisakah manusia ketemu secara ruh atau pribadi dengan Nabi Muhammad, Yesus, Budha atau orang suci yang lainnya?<br>kayanya sarasehan ini akan bertambah seru\u2026silahkan mas\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum \u2026.<br>Buat mas Marijan, Kalao memang manusia adalah \u2018SANG CREATOR\u2019 dan disejajarkan posisinya dengan ALLAH Yang Maha Agung itu, kenapa tidak ada obat yang di-CIPTAKAN oleh manusia untuk menanggulangi virus HIV ya ? Kenapa bencana TSUNAMI nggak bisa dihentikan oleh manusia \u2018SANG CREATOR\u2019 ya ? \u2026. Kenapa gempa (earthquake) yang terjadi di JOGJA dan sejumlah tempat di dunia tidak bisa dihentikan ketika itu terjadi ya ? \u2026 Kenapa manusia \u2018SANG CREATOR\u2019 tidak bisa menciptakan semut, nyamuk atau capunk (kinjeng) ya ?<br>Bukankah manusia \u2018SANG CREATOR\u2019 itu sudah sejajar dengan TUHAN, Allah Yang Maha Agung. Allah Yang menciptakan Alam semesta raya beserta isinya\u2026. Yang menciptakan khodam, malaikat, jin, manusia beserta mahluk hidup lainnya. Mungkin mas Marijan bisa sedikit memberikan pengetahuannya tentang hal ini kepada kita umumnya dan saya khususnya karena saya masih dalam tahap belajar \u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wassalamu\u2019alaikum<br>Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kutipan dari Mas Y.Hendrayana<br>\u201cjika seseorang sudah mencapai tingkatan kewalian ataupun pencerahan, aura orang tersebut akan membawa kedamaian bagi lingkungannya. sebelum berjabat tangan dengan orang tesebut bahkan baru mendengar namanya saja kita sudah merasa sejuk dalam hati ini, dan setiap kata, sikap dan tindakannya akan akan selalu dikenang tanpa terhalang oleh waktu\u201d<br>Kalau dari situ ukurannya maka induksi masih terjadi dalam kita beriman. Terutama Induksi Agama.<br>Kalau itu memang ukurannya,<br>KENAPA:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Para Yogi jaman jauuuuuh sebelum agama seharusnya harus diakui, tapi ternyata orang membenci dan menganggap mereka sesat tidak beragama<\/li>\n\n\n\n<li>Para Budha (termasuk Sidartha) jauuuuh sebelum agama ada, harusnya juga di ikuti. tapi ternyata orang membenci dan menganggap mereka sesat tidak beragama<\/li>\n\n\n\n<li>Para Kiai \/ Nyai (Nabinya orang Jawa) jauuuuh sebelum agama ada, juga harus diikuti. tapi ternyata orang membenci dan menganggap mereka sesat tidak beragama.<\/li>\n\n\n\n<li>Para Nabi nya Agama Kristen dan Islam, yang ternyata banyak yang mati di bunuh dan di kejar-kejar, padahal mereka sudah mengalami Pencerahan sempurna.<\/li>\n\n\n\n<li>Para Praktisi Spiritualitas, dianggap sesat, padahal mereka juga mengalami pencerahan.<br>MENGAPA???<br>karena semua ukurannya SELALU harus pakai \u201cTIMBANGAN\u201d Agama.<br>\u201cAPakah Memang harus SELALU begitu?\u201d<br>Padaha pencerahan sudah terjadi jauuuuuuuhhhh sebelum Agama Ada.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">slamet \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NUNUT\/permisi mohon maaf bila salah dan mohon pembetulan; He\u2026he\u2026he Saya dikantor,paling suka dengan peraturan yang harus tertib,dan saya sering \u201cmenasehati\u201dpara pejabat yang kurang tertib.Sehingga saya diberi nama \u201cSangpendosa\u201ddan itu saya pikir nama ini,kenapa tidak:\u2026\u2026Oleh karena itu saya mau tanya apakah saya yang rendah ini sudah dapat :PENCERAHAN\u2019karena saya tertib peraturan,atau apakah orang yang dapat pencerahan itu adalah \u201cORANG Yang bisa berkata A jadi A,sebab GOIB ,tiap orang adalah berbeda\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sangpendosa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">si-kancil \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ikut sumbang saran yah, jika salah tolong di ingatkan \u2026 kalau menurut saya,<br>manusia yang sudah dapat pencerahan itu adalah manusia yang bisa langsung komunikasi langsung dengan gusti Allah. jika manusia sudah bisa itu,<br>berarti manusia tersebut sudah mengetahui apa yang tersurat dan apa yang tersirat..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wassalam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">bang sujiatmoko yang baik hati, mengenai pertanyaan mas, kalo saya bisa anda mau apa?hehehehee<br>saya paparkan penjelasan saya ya\u2026maksudnya untuk mendapat pencerahan, kita itu harus mengalami, ..nah sekarang tanya diri kita sendiri apakah kita sudah mengalami atau blm?kalau hanya ngomong sesuai kitab suci dengan menggunakan jurus ayat2, si tukul juga bisa\u2026malah mending tukul bisa membuat kita terpingkal-pingkal\u2026huahuaa\u2026oke kita kembali ke LAP\u2026TOP\u2026<br>sang creator disini saya artikan adalah kita itu diberi akal dan pikiran, dahulu kala, orang bs dapet makan dgn berburu, alatnyapun bermacam2 mulai dari batu yg diasah kemudian beralih ke tombak, terus berkembang lagi ke panah terus ke pistol terus ke peluru kendali dan yg dahsyat lagi ..orang jawa itu hanya dengan mengedipkan mata maka hewan buruan sudah ada didepan mata tersajikan lengkap dengan bumbu dan sayur asem..heheheeh, kalo kita berbicara sesuatu yang irasional, berarti kita berbicara masalah MISTIK\u2026.nah sekarang apakah MISTIK itu\u2026?kita harus tau dong ,,,jgn ASBUN(asal bunyi), menurut wangsit yg saya dapat, mistik itu adalah sebuah loncatan\u2026yg keberhasilannya dititikberatkan bukan pada sang aku\/ego tapi menitikberatkan pada Allah sang raja manusia\/kepasrahan pada Allah\u2026nah utk mengetes kita pasrah atau tidak..saya kasih contoh kasus\u2026misalkan kalau kita sakit\u2026kita pilih mana?pergi ke dokter atau meminta kepada Allah supaya sembuh\u2026<br>ayo mas\u2026.yg bisa jawab bakal saya kasih resep saya pribadi\u2026.asli lho dari klaten\u2026. salam pencerahan,<br>marijan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">slamet \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ngapunten\u2026nyamplak\u2026. Kalau saya sih pilih ke dokter,sebab kita ada dialam nyata\/rasional\u2026.meskipun begitu nanti bila dokter kuwalahan ,hanya bisa saya \u201csudah berusaha tapi Tuhan yang menetukan,jadi saya harus pilih yang mana\u2026\u2026.he..he,sebab kita doa sama GUSTI geh dereng tentu,di jabahi\u2026\u2026kecuali bila kita sudah bisa mengatakan A ya jadi A. hayo sudah saya jawab,mana resepnya dari klaten AYO..mas tak enteni Wejangane,supaya aku\u2026..iso teko marang pencerahan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam hormat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sangpendosa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 7, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">hehehe\u2026mas slamet, sesama pendosa jangan saling mendahului ya\u2026<br>sebagai \u201chadiah\u201d untuk mas slamet, saya punya resep mujarap yg bisa mengembalikan hubungan mesra kita dengan Gusti\u2026<br>saya sebut ini 5 langkah menuju surga\u2026.wes kaya judul pilm ya\u2026piye toh..<br>ini bisa dipakai untuk semua agama\u2026sangat rahasia dan dijamin keasliannya\u2026mohon jangan dikasih tahu sama siapa2 ya\u2026<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>langkah pertama untuk mengembalikan hubungan kita dengan Gusti adalah dengan KOREKSI DIRI\u2026.mengakui kesalahan yg kita perbuat baik lewat perkataan, perbuatan, pikiran kpd saudara2 kita yg kt kenal atau tdk kenal dst\u2026<\/li>\n\n\n\n<li>langkah kedua adalah BERTOBAT\u2026.tobat yang baik adalah berjanji untuk tidak mengulang kesalahan2 kita\u2026.<\/li>\n\n\n\n<li>langkah ketiga adalah\u2026MOHON AMPUN kepada sang Gusti\u2026mas, saya kasih tau rahasianya ya, kalau mohon ampun itu harus tanpa batas..(coba renungkanlah kata2 ini: kalau kita mau diampuni sama Gusti..syaratnya hanya satu\u2026yaitu kita harus MAU MENGAMPUNI orang yg bersalah kepada kita TANPA BATAS\u2026.)<\/li>\n\n\n\n<li>langkah ke-4 ini adalah langkah yg super supranatura\u2026lll..<br>ini seperti buku cek yg nilainya tergantung kita\u2026mau disembuhkan, mau minta di tentramkan batin nya dan lain2\u2026jadi seperti contoh kasus diatas\u2026hendaknya kita meminta kesembuhan\u2026.dan lihat<\/li>\n\n\n\n<li>yang ke lima adalah Bersyukur dengan disertai JANJI\u2026<br>Bersyukur karena kita masih diberi kesempatan bertobat untuk kembali mesra dengan Gusti\u2026dan JANJI\u2026misal: kalau kita sembuh<br>kita janji akan bantu orang tua kita cuci piring tiap hari..atau mengunjungi panti jompo untuk bacain majalah..dst\u2026. mas slamet\u2026itu hadiahnya\u2026<br>syukur2 kalau \u201cdipakai\u201d\u2026.kalaupun tidak saya sudah kasih hadiah yg diberikan Gusti sama saya yang pendosa juga seperti mas slamet\u2026<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam, marijan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">y.Hendrayana \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">buat mas govinda yang baik jika kita baca kitab kitab kuno apakah itu dari islam, hindu, budha ataupun injil dan lainnya dan kalau kita mau jujur , semua kitab merupakan suatu hal yang mangandung kebenaran. untuk mengalami sebuah pencerahan banyak cara yang bisa kita tempuh. boleh jadi orang orang yang mas sebutkan diatas adalah \u201csalah seorang nabi\u201d menurut beberapa keterangan bahwa jumlah nabi ada sekitar 140 ribu orang di dunia ini dan ditutup dengan kenabian rasulullah ya habiballah muhammad SAW. jadi menurut ingatan saya(mohon di koreksi jika saya kurang \u201crecall\u201d) saya tidak pernah memberikan judgement bahwa orang orang baik yang tercerahkan adalah orang sesat. terkadang sebelum melampaui dan mengalami pencerahan seseorang haruslah memenuhi dirinya baik bathin, jiwa pikiran dan seluruh badan kita dengan pengetahuan, salah satunya pengetahuan agama supaya mempunyai guidance, dan akan terarah. proses itu akan mendewasakan seseorang kearah pencerahan, tapi hal diatas bukanlah mutlak, beberapa orang mengalami pencerahan dulu baru mendapat pengetahuan. semoga tidak ada yang tersinggung buat mas sujatmiko, saya sangat salut, saya yakin mas sujatmiko telah sedang dan akan mengalami pencerahan, mari kita belajar ilmu IKHLAS. buat mas marijan saya percaya bahwa semua tergantung niat kita, saya juga merasa bahagia sekarang banyak orang yang sudah mengalami pencerahan.termasuk salah satunya mas marijan. salam buat semua kadhang warga anu di bandung tea,<br>salah satu pepatah orang sunda dulu, supaya kita bisa lebih dekat dengan ALLAH SWT adalah \u201cKUDU KURU CILEUH KENTEL PEUJIT\u201d bagi yang mengerti basa sunda sudah pasti faham<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">mengutip kata2 mas yana, bahwa ada krg lbh 140 rb Nabi dan di tutup oleh Nabi Muhammad, kalau itu menurut mas sih sah2 saja\u2026saya hanya ingin share bahwa di falsafah jawa itu sendiri ada falsafah HONOCOROKO yg artinya = ada utusan\u2026saya cerita sepenggal karena ini ada sangkut pautnya dengan MONGGOBOTONGO dan PODOJOYONYO\u2026, nanti ya di ceritakan falsafah masing2 kalau ada yg bisa nebak teka-teki saya..nah teka-tekinya adalah\u2026menurut mas2..seseorang yg berkata atau menyampaikan kebenaran itu layak kah di sebut nabi\/ utusan Allah\u2026?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">monggo mas\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum \u2026.<br>Alhamdulillah \u2026 mas Marijan yang pasti ngguanteng dan baik hati ini masih mengakui bahwa Allah adalah Gusti dan Raja di raja nya manusia, penentu akhir dari apa yang manusia upayakan. Tersirat dari yang mas tulis\u2026<br>Jangan melenceng lagi ya mas \u2026 nanti kalau gusti Allah marah, kita dikasih bencana lagi loch\u2026he\u2026he\u2026.syukur-syukur<br>Berarti kita masih di jalur yang sama \u2026 dan saya tidak akan menyalip\/ mendahului panjenengan \u2026 Sesama pendosa kok mau mendahului ya mas \u2026he..he\u2026 Dan saya juga setuju dengan mas Marijan bahwa sifat-sifat Allah yang dititipkan kepada manusia dapat disalurkan\/diimplementasikan melalui cipta, karya dan rasa \u2026.oleh karenanya manusia bisa disebut sebagai \u2018the little creator\u2019 \u2026 atau \u2018the young creator\u2019 karena dapat mewujudkan dengan merangkai \u2018serpihan-serpihan puzzle\u2019 menjadi gambar\/ bentuk yang utuh\u2026 semisal : kripik welut nya Klaten yang terkenal enak, dari welut yang dibibit, digabung dengan tepung dicampur air dan bumbu yang diracik dengan teliti dapat menciptakan kripik welut dengan rasa yang luar biasa \u2026.menurut saya loch ya \u2026 He\u2026he\u2026 mau dong mas dikirimin kripik welut nya \u2026asal gratis ya ..<br>Ha\u2026ha\u2026. Guyon mas, jangan diambil hati ya \u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wassalamu\u2019alaikum<br>Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas y.Hendrayana<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya senang ternyata dan akhirnya juga kata-kata \u201ckalau mau jujur\u201d.<br>dan saya setuju, maka jangan bilang lagi agama KU yang paling BENAR. Nah.. kok pakai ukuran kita lagi dengan angka 140 rb Nabi, Sampai saat ini Nabi atau orang yang tercerahkan masih ada. Saya tidak mengatakan mas y.Hendrayana yang menghakimi, tapi dengan mengakui agama ku agama kita lebih unggul secara tersembunyi kita telah menilai orang lainsesat dan salah, bahkan kalau saya mengatakan saya tidak beragama atau agama di luar agama mas, pasti mas juga anggap sesat. sederhananya yang saya tahu mas y.Hendrayana beragama islam, kalau saya islam lalu saya katakan tidak sholat, pasti dong di cap \u201c\u2026\u2026..\u201d nah berarti tidak konsep awal kan sudah jelas bahwa orang pasti tidak dianggap kalau tidak lakukan ritual agama. Padahal orang mungkin sudah tercerahkan yang mana setiap saat konek sama Gusti. (siapa yang tahu) Nah.. kok mundur lagi (salah satunya pengetahuan agama supaya mempunyai guidance, dan akan terarah), ini kan berarti anda menuduh jauuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhh sebelum agama ada tidak ada pencerahan! mutar-mutar kayak main petak umpet.. Ini sama aja juga nuduh yang tidak beragama tidak mungkin mengalami pencerahan.Maka saya setuju dengan mas marijan, ALAMI SENDIRI jangan dari KATANYA (Kitab, Nabi, Orang Lain, dll) Mas.. saya malah punya saran kalau bisa katanya di ubah, yaitu yang AGAMA di ubah jadi GUSTI. Bahwa Gusti yang akan menuntun manusia memenuhi Pencerahan. tapi jangan ditambah dengan kalimat, Gusti menuntun lewat agama (gubrak\u2026 ) mutar lagi. maka jangan pakai tambahan apa-apa. karena Gusti bekerja lewat Misteri, bukan lewat agama SAJA. karena AGAMA bukan GUSTI, dan GUSTI bukan AGAMA.<br>Semoga ini juga tidak tersinggung dan membuat kita makin melek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ma\u2019af ketinggalan untuk posting\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat mas Hendrayana,<br>Terima kasih atas testimony nya, semoga kita semua tidak terjebak dalam ke-riya-an hati yang hanya akan menjerumuskan kita kedalam jurang kesombongan. Buat para khadang lainnya,<br>Semoga kita semua selalu bersandar pada Allah bahwa kita tetap manusia ciptaan tuhan, Dzat Yang Maha Agung \u2026 Sedikit mengomentari opini mas Daud Govinda (tapi jangan dianggap mbangkang yam as\u2026)<br>Setiap nabi. Rasul, wali dan manusia yang dipilih Allah untuk memberikan \u2018pesan\u2019 yang mengingatkan kembali manusia bahwa manusia tetaplah manusia, mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna hingga Allah rela menitipkan semua sifat dan kuasanya kepada manusia untuk mengurusi alam semesta raya ini, tidak hanya Bumi.<br>Nabi, rasul, dll ini diibaratkan seperti \u2018tawas\u2019 yang dimasukkan ke dalam air yang keruh. Bertugas menjernihkan air yang keruh tersebut. Nah \u2026 yang dijernihkan adalah hati dan akhlak manusia yang akan berpengaruh kepada karakter dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas manusia sesungguhnya di alam semesta raya ini. Jadi sangat wajar bila \u2018mereka\u2019 ini dimusuhi oleh manusia-manusia yang \u2018hati\u2019 nya \u2018keruh\u2019 oleh kotoran dunia. Semoga bisa memberikan pemikiran yang positif, yang akan membawa kita kepada hati dan pikiran dan tenang \u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amin \u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas Sujiatmoko<br>Saya setuju dengan yang anda tulis\u2026 mengenai Nabi.. yang saya tidak setuju adalah segala sesuatu itu di timbang melalui agama..<br>maka komentar saya sebelumnya, saya mengatakan, mari kita ganti kata Agama dengan Kata Gusti (Allah, Tuhan, Sangyang Widiwase). Janganlah kita bawa-bawa ayat-ayat agama untuk memperdebatkan kepada pendapat orang lain, tapi biarlah itu di pakai untuk perkembangan pribadi (Silent Inside Hearth). Jangan jadikan sebagai alat atau senjata untuk menimbang dan berpendapat, karena terlalu naif dan seperti memakai topeng serta tameng. Lebih celakanya juga bahwa yangjadi Tameng dan Topeng adalah bersifat Ego Spritualitas Agama. Mas Sujiatmoko mengatakan: Jadi sangat wajar bila \u2018mereka\u2019 ini dimusuhi oleh manusia-manusia yang \u2018hati\u2019 nya \u2018keruh\u2019 oleh kotoran dunia.<br>BERTENTANGAN DENGAN<br>Mas y.Hendrayana mengatakan: jika seseorang sudah mencapai tingkatan kewalian ataupun pencerahan, aura orang tersebut akan membawa kedamaian bagi lingkungannya. sebelum berjabat tangan dengan orang tesebut bahkan baru mendengar namanya saja kita sudah merasa sejuk dalam hati ini, dan setiap kata, sikap dan tindakannya akan akan selalu dikenang tanpa terhalang oleh waktu, Ini adalah contoh salah satunya yang kedua saling mendukung argumen padahal bertentangan secara tersembunyi.<br>Bagaiman seorang yang tercerahkan bisa di musuhi kalai kata-kata bahkan namanya saja akan membuat sejuk dalam hati?<br>Kenapa?<br>Karena dasar pertimbangan adalah AGAMA (KEPERCAYAAN) yang di jadikan HAKIM.<br>coba aja lihat yang memusuhi Nabi pastilah Agama yang sebelumnya telah ada.<br>Seperti kalau yang timur tengah: Isa dan Muhammad di benci oleh pendahulu agama sebelum Mereka, demikian juga seterusnya. Nah\u2026 maka maksud saya adalah jangan sekarang (zaman ini) kita juga pakai agama kita untuk menilai orang yang tercerahkan (Nabi) zaman sekarang, dengan menklaim sesuai penilaian AGAMA kita saat ini. Maka kembali lagi, Ritual Agama sudah tidak di perlukan bagi orang yang tercerahkan. Karena dia telah lepas dari dimensi Duniawi termasuk agama, tapi masuk Pada Dimensi KeGustianNYa (Ke\u201dAllah\u201danNya), yang tentu dengan Ritual KeAllahan bukan Agama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga mencerahkan .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Moh. Nur \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk Mas Sujiatmoko:<br>Mengenai Creator:<br>anda bertanya tentang banyak hal mengani penciptaan dari gusti dan manusia tidak bisa ini dan itu.<br>Apakah ada bukti otentik bahwa segala sesuatu itu di ciptakan Allah? maksudnya ada yang menyaksikan bukan \u201ckatanya\u201d Kitab suci atau katanya, dan katanya.. Kalau manusia jelas, yang menciptakan, bisa menberikan bukti, seperti menciptakan listrik, sepeda, pesawat, dll, itu ada saksi hidup tidak katanya.<br>BINGUNG KAN dan MUNGKIN DI ANGGAP SESAT Maka jangan ngeyel, kalau kasih penjelasan, kalau saya tangkap bahwa Mas Marijan tidak pernah menganggap lebih hebat dari Allah. Tapi mengatakan bahwa manusia juga creator SEPERTI Allah dan itu HARUS DIALAMI, bukan dari \u201ckatanya\u201d (kata Mas Daud). termasuk penciptaan yang dilakukan oleh ALLAH harus kita ALAMI sendiri tidak \u201cKatanya\u201d lagi. Buat Mas Slamet (Semoga selamat selalu)<br>\u201csaya \u201csudah berusaha tapi Tuhan yang menetukan\u201d<br>Kalau sudah di tentukan ngapain usaha lagi mas? mau sampai ujung dunia tetap sudah tidak bisa di rubah, mending tunggu waktunya sampai yang di tentukan terjadi. he\u2026..he\u2026he\u2026<br>Ini juga pendapat umum toh.. Kalau saya berpendapat harusnya: saya \u201csudah berusaha dan memakai KUASA ALLAH, dan pasti berhasil.\u201d<br>he..he..he.. maka ALAMI sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngabei Kiduling Mesjid \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manunggaling kawulo kelawan Gusti<br>Migunani tumrap brayan agung iki<br>Monggo-monggo sedoyo sami mersudi<br>Mrih lestari mbenjang gesang kito sami Lagune mas Manthos enak ning kok le jerooo<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum \u2026.<br>Senang rasanya postingan yang saya kirimkan langsung ditanggapi, yang menandakan bahwa saya sedang mendapatkan perhatian dan kasih untuk bisa mengerti lebih jauh \u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat mas Daud Govinda,<br>Saya setuju dengan yang mas sampaikan bahwa kata \u2018TUHAN\u2019 bisa di-transformasi ke kata lain yang bisa dan mudah dimengerti. Semisal dalam Islam ada 99 nama lainnya, atau dalam Hindu disebut sebagai SANG HYANG WIDI WASE, atau dalam Yahudi disebut sebagai Yehova (YWH) atau dalam Kejawen disebut sebagai GUSTI. Dan kita sepakati menyebut Sang Pencipta Alam Semesta Raya ini adalah TUHAN.<br>Saya tidak berseberangan dengan mas Hendrayana, karena saya katakana \u201cmanusia-manusia yang \u2018hati\u2019 nya \u2018keruh\u2019 dengan arti bahwa manusia tersebut \u2018RUH\u2019 nya sudah terkotori oleh \u2018kotoran\u2019 dunia (iri, dengki dll) dimana Iblis sangat berperan dalam \u2018mengotori\u2019 hati manusia menjadi keruh. Ketika \u2018RUH\u2019 sudah tertutupi oleh \u2018Jiwa\u2019 yang kotor maka \u2018Sukma\u2019 tidak mampu lagi memberikan \u2018cahaya\u2019 ilahiyah. Maka \u2018jiwa\u2019 yang nota bene lebih cenderung kepada nafsu duniawi akan membuat manusia menjadi tidak terkontrol lagi \u2018hati\u2019nya karena \u2018hati\u2019 (Qolbu) hanya memiliki 1 tempat dan jika \u2018jiwa\u2019 dengan kecenderungannya kepada dunia menguasai hati, maka \u2018hati\u2019 hanya akan mendorong manusia kepada sifat-sifat duniawi saja. Namun jika hati dikuasai oleh \u2018Sukma\u2019, maka manusia akan lebih condong kepada sifat-sifat Allah Yang Maha Agung (Pengasih, Penyayang, Pemberi Ma\u2019af, Maha Mendengar, Maha Melihat). Sifat-sifat Allah ini tidak secara mutlak diberikan kepada manusia, hanya seperti \u2018setetes tinta\u2019 yang diberikan kepada manusia dari \u2018Samudera Tinta\u2019 Allah Yang Maha Agung. Yang dimaksud oleh mas Hendrayana disini adalah ketika \u2018hati\u2019 manusia sudah dikuasai oleh \u2018sukma\u2019 maka sifat kewalian Allah akan diberikan. Hal inilah yang memberikan kedamaian bagi lingkungan sekitarnya yang \u2018hati\u2019nya masih belum terlalu parah terkotori oleh nafsu keduniawian.<br>Jadi sekali lagi, apa yang saya sampaikan sangat tidak bertentangan dengan yang mas Hendrayana sampaikan. Buat mas MOh. Nur \u2026.<br>Saya rasa kita sudah sepaham bahwa manusia adalah manusia dan tidak pernah manusia menyamai ALLAH. Hanya saja semua sifat Allah diberikan kepada manusia. Namun demikian, Manusia tetap sebagai ciptaan Allah\u2026. Mengenai penyaksian penciptaan manusia<br>Bagaimana mungkin manusia menyaksikan penciptaan pertama kalinya \u2026. Wong yang diciptakan saja sedang diciptakan. Wong asal nya dari Lumpur hitam yang kotor dan bau (dari abu menurut yang lainnya), kemudian dibentuk dengan bentuk yang sempurna.. kemudian ditiupkan RUH Allah kedalam jasadnya. Baru lah manusia bisa berkata-kata setelah diberikan ilmu pengetahuan dari Allah Yang Maha Pengasih. Kemudian diajarkan segala sesuatunya sampai bisa mengerti \u2026. Apa njenengan waktu lahir sudah bisa memecahkan soal Fisika Nuklir (Fusi dan Defusi), khan tidak \u2026. Semua diajarkan \u2026 dan dengan Ijin Allah kita diberikan kemampuan untuk mengerti dan berterima kasih dengan mengakui Allah sebagai TUHAN dan Pencipta kita dan dengan tetap melakukan ritual-ritual agama sebaga bentuk penyembahan antara \u2018yang diciptakan\u2019 dengan \u2018Yang Menciptakan\u2019 \u2026. Masih ingat dengan teori Darwin ?<br>Bahwa menurutnya, manusia berasal dari genus vertebrata, Pithecanthropus Erectus (Keluarga Kera\/ Simpanse) dan akhirnya memasuki species Homo Sapien. Darwin menolak bahwa \u2018manusia berasal dari Nabi Adam a.s yang diciptakan Allah secara khusus dan tidak ada kaitannya dengan Pithecanthropus\u2019. Namun ketika dalam forum diskusi Darwin dikatakan sebagai keturunan \u2018KERA\u2019, maka dia marah sekali. Dia katakan bahwa dia adalah manusia dan bukan keturunan KERA\u2026. He..he\u2026 berbeda jauh dengan yang dia sampaikan ya \u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wah jadi panjang banget ya \u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko Daud Govinda \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Sujiatmoko\u2026<br>Lah.. yang barusan anda tulis apa tidak berdasarkan agama?<br>bahwa: ada iblis ada ini dan itu serta manusia kotor dan sebagainya..<br>yang saya maksud bersebrangan adalah bahwa Sekalipun orang yang telah mendapatkan pencerahan, dia bisa saja tetap di benci dan di bunuh oleh orang atau manusia yang \u201cmenganggap\u201d kelompok\/agama nya BENAR dan yang lain salah.<br>mau pakai sukma Allah kek, atau apapun dia akan bisa tetap di benci dan di bunuh, karena lantaran pertimbangan agama, bukan karena pencerahan.<br>maka saya tulis ulang posting saya: \u201cjangan sekarang (zaman ini) kita juga pakai agama kita untuk menilai orang yang tercerahkan (Nabi) zaman sekarang, dengan menklaim sesuai penilaian AGAMA kita saat ini\u201d.<br>dan ini sedang terjadi (anda sedang melakukan)<br>maka mau panjang apapun penjelasan saya tetap anda akan bulet kembali menilai ke Agama lagi. Mari Mas ALAMI sendiri, Mari, mari dan mari\u2026<br>Kata siapa kita tidak bisa menyaksikan Penciptaan?<br>kalau tidak salah anda pernah bilang deh di komentar bahwa malaikat bisa begini dan begitu, dan masa manusia tidak? Bicara Pencerahan kok masih dibatasi dimensi? (oh.. saya tahu, karena timbagan masih agama)<br>Adam??? Manusia Pertama??? (Timbangan Agama lagi)<br>Anaknya Kawin sama siapa ya?<br>keturunannya kawin sama siapa ya? ada datanya tidak?<br>kalau tidak salah kawin sesama jenis pada teori genetika keturunan ke 8 akan musnah.<br>Apa Gusti itu tidak konsisten, boleh dan akhirnya melarang kawin sesama saudara.<br>DUNIA INI MEMANG PANGGUNG SANDIWARA\u2026.<br>Darwin tidak pernah menyangkal dia keturunan kera, tapi dia tertawa saat di tanya. Itu yang pernah saya tahu, namun saya tidak berkompeten dalam menanggapi teori darwin.<br>Satu hal adalah bagi saya, saya mau di sebut keturuan, kera, anjing, ular, biawak, ulat, atau apapun yang penting semua itu tetaplah berasa dari Gusti. berarti selangkah lebih maju dari darwin saya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">mas govinda,<br>satu hal yg harus kita sadari adalah jangan kita menyiksa diri sendiri agar pengertian orang sama dengan kita..ya kita harus sadari juga emang pengertiannya baru sampe situ..(maksudnya bukan utk mas sujiatmoko lho\u2026hihihih), tapi ya kita sama2 untuk menggali lagi lebih dalam dan dalam lagi..namanya juga sarasehan..wajar saja kalau orang berbeda pendapat\u2026<br>yg jelas kita bisa menjadi lebih bijak dengan sarasehan ini..saya ingin mengulas dikit tentang kisah ramayana dan dasamuka, ramayana punya peranan sendiri dan dasamuka juga punya peranan sendiri..dan setelah kisah mereka berakhir..keduanya dapet imbalan dari Sang Sutradara..memang dunia panggung sandiwara\u2026hahahhaha<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam mabuk\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">slamet \u2013 Juni 8, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ngapunten lan maturnuwun He\u2026.he matur nuwun atas HADIAHNYA,semoga manfaat dan manjeng ana ing roso sejatine roso,he\u2026.he.sory keprocut alias meloncat dari hati tanpa timbangan fikiran,SEMOGA tak ada yang tersinggung,Maksunya supaya saya dapat \u201cPENCERAHAN\u201ddan hadiah dari pemberi HADIAH,eh\u2026\u2026.soryterpaksa pakai bahasa yang agak tersembunyi sebab saya takut ada yang salah dalam \u2018PENGERTIAN saya \u2018\u2026\u2026\u2026.Matur nuwun marang KANGMAS MARIJAN,Mbokya kulo diajari rodok jero sedikit AE ora usa gawe bahasa seng rodok aku buka kamus gitu .. Salam Sejati Sangpendosa slamet \u2013 Juni 8, 2007 He\u2026..he Untuk Mas Moh.Nur Ngapunten soale jabarane langsung panjang , Mas yen aku iso gawekuasane GUSTI lan iso tak buktino marang UCAPAN seng tak lambangi marang HURUF A yo dadi A,mongko aku wes ora perlu mane marang dokter ,mas apa duwe resep supaya lek kepengen A yo dadi A ,lek kepengen B yo dadi B\u2026\u2026..<br>maaf\u2026seribu maaf yo\u2026.wuruk ana aku seng gorong weruh sejatine KAWERUH\u2026..ingsun gak iso gawe bahasa seng garahi tambah \u2026..CAPEK deh\u2026.jare arek nom-nom saiki lho..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam kaweruh<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sangpendosa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">noersekha aji tomo \u2013 Juni 9, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">saya mungkin akan memberikan sebuah masukan<br>menurut saya agama penting sebagai penuntun jalan<br>karena saat kita belajar spiritual untuk mencapai pencerahan tanpa ada agama di sampaing kita pasti akan tersesat.. s<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">alam aji<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 9, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Aji<br>Kan pertanyaannya diulang lagi, lalu bagaimana dengan orang yang mengalami pencerahan jauuuuuuuuuuuuuuhhhhhh sebelum agama ada?<br>Apakah mereka tersesat??<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">noersekha aji tomo \u2013 Juni 9, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">untuk mas daud,<br>ya mungkin semua hal itu kembali ke diri kita masing2 saat seseorang mengalami pencerahan dan benar-benar mendapatkan pencerahan di dunia benda sekarang ini sehingga benar2 ke\u201daku\u201dnya hilang mungkin saya rasa tanpa beragama tidak masalah.<br>tetapi jika seseorang sudah merasa mendapatkan pencerahan tetapi masih saja memikirkan untuk mendapatkan dunia saya rasa perlu suatu ajaran yaitu ajaran agama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nuwun Aji<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 9, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Aji\u2026<br>Akuuur mas\u2026<br>itu yang saya maksud dari tulisan saya di atas, ternyata mas membantu mengintisarikan\u2026<br>Hebat.. Salut.. mungkin mas adalah salah satu yang tercerahkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">noersekha aji tomo \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">makasih atas sanjungannya<br>tetapi saya adalah seseorang yang tidak tahu ato bagaimana rasanya mendapatkan pencerahan\u2026<br>karena merasakan pencerahan adalah hal yang sedang saya cari tetapi sampai saat inipun saya belum bisa tahu rasanya pencerahan\u2026<br>mari kita belajar bersama-sama dalam menggapai sebuah pencerahan diri..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">nuwun a<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ji sujiatmoko \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum \u2026.<br>He..he\u2026. Terima kasih atas masukannya\u2026 ya maklum lah, saya khan masih terbatas ilmunya dibandingkan para kadhang atau panjenengan yang sudah mumpuni. Dan ternyata saya masih perlu banyak belajar.<br>Cuma rada bingung aja \u2026 Kalo manusia sudah menjadi satu dengan gustinya, pastinya sudah tidak ada batas dimensi lagi dan pastinya segala kemampuan dan kehendak manusia itu sama dengan kehendak Gusti (Allah, menurut saya). Dan semestinya bisa membantu orang lain untuk hidup yang lebih baik lagi\u2026 Tapi ternyata \u2026 masih banyak bencana \u2026 Lumpur Lapindo juga tidak bisa dihentikan \u2026 padahal kalao sudah menyatu dengan gusti khan kita hanya tinggal bilang \u2018Lumpur \u2026 Stop, jangan menyembur lagi\u2019 \u2026 tapi, tetep aja Lumpur nya muncrat \u2026.Dan yang lebih aneh lagi, di JAWA itu (dulu) sudah banyak yang tercerahkan tapi ternyata, dijajah Belanda sampai 350 tahun \u2026 dimana ya pada saat itu orang-orang yang sudah bisa menyatu dengan Gusti nya dan merasa bahwa \u2018AKULAH SANG MAHA BESAR\u2019 \u2026 he..he\u2026 sama orang bule malah dijajah sampe 350 tahun. \u2026. Dan orang-orang yang mengaku sudah memiliki \u2018KEKUASAAN\u2019 dari GUSTI, masih bisa MATI tuch \u2026sakit juga masuk rumah sakit atau paling nggak buat jaga EGO nya, bertahan dirumah dan akhirnya masuk di acara TV dech (BUSER, misalnya)\u2026<br>Syukur-syukur kalo mati-nya nggak merepotkan Orang (ya misalnya mandi sendiri, gali lubang sendiri dan tutup tanahnya)\u2026 tapi ada ngak ya \u2026 Ach \u2026 itu Cuma pikiran iseng \u2026 Monggo dilanjut lagi diskusinya \u2026.<br>Tapi tetep diskusi ya \u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">bukan panas-panasan pikiran \u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum<br>Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Moh. Nur \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Sujiatmoko<br>Mas\u2026 saya baru denger penyataan aneh seperti ini lho, sempat buat saya geleng kepala dengan tulisan mas\u2026<br>Mas tidak sadar ya, bahwa itu sama saja melecehkan Allah !<br>Mas tidak sadar ya, bahwa itu juga sama saja mengatakan bahwa Allah tidak bisa menolong manusia dalam kesusahan.<br>Mas tidak sadar ya, bahwa mas menganggap Allah sebagai pesuruh mas, yang kalau ada apa-apa tinggal suruh Allah untuk betulkan..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah seorang layak menyuruh orang lain untuk membersihkan kotorannya setelah orang buang hajat?<br>he\u2026.he\u2026.he\u2026he..<br>Mas tidak sadar ya, bahwa kata-kata mas telah menjebak mas sendiri dalam menyindir\u2026<br>Coba teliti lagi kata-kata mas\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas juga tidak sadar ya, bahwa mengatakan bahwa orang dulu (tidak hanya jawa) termasuk nabi, dan orang saat ini tidak mungkin tecerahkan, karena tidak ada yang menghentikan bencana dan masalah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas tidak sadar ya, bahwa ukuran mas sangat naif dengan ukuran PIKIRAN manusiawi.<br>Apakah seorang yang tercerahkan itu artinya menjadi pesuruhMU yang bisa di minta untuk ini dan itu, tanya saja pada Nabi kita, apa yang mereka lakukan, apakah juga sama yang mau mas inginkan.<br>Nabi Isa tidak membebaskan penjajahan dari Romawi demikian juga Nabi Mohammad. Semoga kita tidak untuk mencoba menyindir yang lain, tapi malah membuat kita merosot dalam Spiritual.<br>Salam Kangen<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Slamet<br>Belajar terus pasti ketemu\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat mas Moh.Nur\u2026<br>he..he\u2026 maksud saya, apa yang saya tulis itu hanya pikiran iseng saya bukan bermaksud melecehkan \u2018orang yang sudah tercerahkan\u2019 \u2026 mohon ma\u2019af kalo ada yang tersinggung, saya tidak bermaksud demikian. Karena saya juga sedang mencari jawaban atas \u2018pikiran iseng\u2019 saya itu. Tapi puji syukur kepada Allah karena mas Moh. Nur masih mengakui Allah sebagai penentu akhir karena masih meminta tolong kepada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Agung. Pasal nanti tidak perlu melakukan \u2018ritual agama\u2019sebagai bentuk penyembahan, itu hak manusia itu sendiri. Mau bersyukur kah atau malah menjadi sombong dengan semua ilmu, pengetahuan dan kekuasaan yang sudah TUHAN berikan \u2026 Jadi tidak bermaksud melecehkan atau menganggap rendah manusia lainnya \u2026<br>Atau bahkan Allah Yang Maha Agung \u2026 wah nggak akan berani saya, mas \u2026 Semoga bisa dipahami maksud saya ini \u2026<br>Terima kasih atas koreksi nya ya mas Nur<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">halo semuanya\u2026<br>heheheh, keliatannya mas sujiatmoko masih berkutat di permasalahan yg sama\u2026mas, garis kehidupan orang itu berbeda2, masalah lapindo memang itu sudah nasibnya begitu\u2026mas tau kan knp terjadi bencana lapindo?bencana itu terjadi karena keserakahan manusia(dlm hal ini pihak lapindo), kalau masyarakat yg kena itu mungkin sudah nasibnya begitu\u2026<br>kalau mau mas hentikan lapindo , bisa2 saja\u2026tapi mau ga mas nanggung dosa banyak orang\u2026?pasti g mau kan? menurut hemat saya lumpur lapindo bisa di hentikan, tapi butuh proses\u2026<br>nah mengenai kebingungan manunggaling kawula lan gusti\u2026kuncinya satu mas\u2026alami sendiri\u2026nanti kasih tau kita2 ya\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Halo mas Marijan \u2026<br>hi\u2026hi\u2026hi\u2026<br>Itulah saya, mas. Kalau belum mengerti betul, maka saya akan tanya sejelas-jelasnya sampai dulu guru fisika saya di SMA jengkel karena saya terlalu sering tanya sampai ke hal-hal yang paling detail\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cnah mengenai kebingungan manunggaling kawula lan gusti\u2026kuncinya satu mas\u2026alami sendiri\u2026nanti kasih tau kita2 ya\u2026\u201d<br>Apa yang mau saya kasih tau , mas \u2026 Wong saya juga bingung \u2026he\u2026he\u2026<br>Mosok kita mau runtung-runtung sambil nabrak-nabrak di alam yang demikian luas dan semuanya punya peristiwa masing-masing \u2026.<br>he\u2026he\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam<br>Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Moh. Nur \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Sujiatmoko<br>Pembicaraan dari awal tidak ada yang pernah mengatakan bahwa tidak mengakui Allah sebagai penentu akhir (tentunya yang baik), tapi itu anggapan anda yang menganggap demikian (kecurigaan). Memang secara tersurat dan terucap tidak melecehkan, tapi kita tidak sadar secara dalam telah melakukan\u2026 Ini pengertian yang bolak balik lagi, apakah tidak melakukan riual itu artinya \u201cSAMA DENGAN\u201d tidak bersyukur? Apakah tidak melakukan ritual itu berarti \u201cSAMA DENGAN\u201d sombong dihadapan Allah?<br>Kok picik banget sih kita mikirnya\u2026<br>Semudah itukah kita menvonis orang lain?<br>Apakah senegatifnya anggapan kita terhadap seseorang, jika seseorang tidak lakukan ritual lagi?<br>Atau bisa jadi sebenarnya kitalah sendiri yang tidak pernah bersyukur dan selalu sombong dihadapan Allah dalam arti yang sesungguhnya, walau kita melakukan ritual, karena konseptual pikiran kita pada \u201csesuatu\u201d yang di anggap BENAR!<br>Mari kita merenung<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Kangen<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngabehi Kidulingmesjid \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ritual oh ritual\u2026..<br>Apa ya artinya sesungguhnya ritual?????????????<br>Bentuk dari segala gerakan, penjernihan hati, aturan yang diwajibkan dalam agama, keyakinan atau apa ya. Kalau bicara wajib dan ndak wajib di dunia ini bebas kok, mau ga sholat boleh, mau ga meditasi boleh, mau ga puasa boleh, mau jahat boleh, tergantung manusianya sendiri, karena semua itu ada konsekuensinya masing-masing.Ritual itu juga multifungsi bukan sebatas alat untuk mencapai katakanlah sebuah pencerahan, tapi banyak lagi fungsinya.walaupun telah mengalami kondisi manunggal,(pencerahan) didunia ini manusia masih terikat dua nama yaitu kawulo lan gusti, kenpa? karena ingsun sejati masih membutuhkan kendaraan yang disebut jasad, seprti halnya jasad yang masih trgantung pada material ruhpun jga selalu memerlukan energi bahasanya, yang bisa didapat dari ritual-ritual itu.Siapa sih didunia ini yang mengaku sudah mendapat pencerahan terus nggak melakukan ritual, sepertinya mereka jga masih selalu beritual.Rosululloh kalau sholat semalaman, sang Budha rajin bersamadhi, Kanjeng Nabi Isa selalu berpuasa lahir batin,dll, masih ga percaya ya, Coba salah satu pergi ke dimensi sana and tanya sama yang bersangkutan bener ga.Ini cuma pengertian saya lho bagi yang ga berselera dengan menu ini mudah2an ga benci saya,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">maturnuwun<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat mas Moh. Nur \u2026..<br>Saya setuju dengan konsep pemikiran anda dan apa yang mas Nur sampaikan merupakan ketegasan dari apa yang njenengan sampaikan sebelumnya bahwa :<br>\u201cManunggal Kok sembah diriNya sendiri, doa pada diriNya sendiri, bersyukur pada diriNya, dllNya (yang disebut itu ritual) main dagelan apa?\u201d Nah, statement inilah yang sebenarnya tidak perlu diucapkan atau disampaikan kepada orang lain karena bersifat sangat pribadi sekali dan merupakan hijab yang telah dilepaskan oleh Allah kepada manusia yang \u2018mencari\u2019 NYA. Jadi harus sangat berhati-hati sekali mengeluarkannya. Semua pertanyaan yang saya sampaikan bertujuan untuk memposisikan kita semua (terutama yang menyampaikan argumen-argumen dan opini-opini, termasuk saya) bahwa kita masih berada pada koridor mahluk ciptaan TUHAN. Hal ini menurut saya sangat penting mengingat diskusi kita dibaca oleh semua \u2018surfer\u2019 di seluruh dunia. Mohon ma\u2019af kalau saya banyak ngeyel nya ya mas \u2026. Salam Kangen juga<br>(he..he\u2026. jadi ikut-ikut njenengan ya mas ..)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sepakat dengan mas ngabehi\u2026ya mending konfirm aja ke orang yg tercerahkan biar afdoll gitu\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 11, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Ngabehi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang namanya Manunggal Sudah tidak ada lagi DUALISME (Subject dan Object)<br>Jadi yang Mas katakan kok saya agak sangsi sebagai Pencerahan (Manunggal Sejati) Justru karena sudah ke dimensi sana, maka banyak yang bisa mnyimpulkan, bahkan jauh sebelum para nabi itu ada. Semoga kita berpendapat \u201cBUKAN\u201d karena spekulasi\/anggapan, tapi karena pengalaman spiritual sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">anton Loewijono \u2013 Juni 12, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sedikit sharing lagi nih\u2026 waktu masih dalam belajar digantharwa dithn 2002 alm pak untoro usianya klo nda salah sekitar 70 thnan, sering sekali dia ngomong ( satu angkatan dng saya) ,klo dia sudah ada perubahan dalam hal kemarahan ( mungkin ini bisa saya sebut sbg pencerahan pribadi) karena katanya dia dulu sering marah2 yg tdk jelas juntrungannya dan hampir tiap hari,setelah blajar digantharwa dia crita sudah tidak marah2 lagi yg nda jelas. Jadi pencerahan ini klo menurut saya berbeda2 kasusnya dari yg kecil sampai yg besar, yang penting dia sudah dapat merubah kebiasaan2 yg tidak perlu untuk dijalani lagi.contohnya pengalaman buruk saya, yg sudah saya critakan diatas yakni dapat keluar dari jerat narkoba (teman saya kebetulan sudah 2 orang yg meninggal, dan yg lainnya masuk penjara) dan kebetulan juga saya nda masuk penjara\u2026.serem euy\u2026he\u2026he\u2026yg enaknya lagi klo temen2 saya tuh berobatnya sampai mengeluarkan kocek yg lumayan mahal bahkan sampai skr belum sembuh. Tetapi karena dapat wejangan dari gantharwa saya dapat sembuh secara gratis, seperti kilat yang menyambar di sanubari saya dan langsung tersadar\u2026.Kalau ritual agamanya klo bisa menurut saya tetap dilakukan agar orang lain dapat menarik pelajaran dari yg sudah mendapatkannya \u2026walaupun orang2 yg melakukan ritual2 agama kadang2 melakukannya hanya sebatas ikut2an tetapi tdk mengetahui maknanya\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam pencerahan\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Moh. Nur \u2013 Juni 12, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Sujiatmoko<br>Kembali lagi, semua sudah saya jawab di atas, jadi tidak saya perlu komentari lagi, terima kasih untuk pandangan anda terhadap saya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Kangen<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngabehi Kiduling Mesjid \u2013 Juni 13, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas Daud\u2026<br>Kalau sampeyan menyangsikan pengetahuan dan pengalaman saya tentang pencerahan itu syah-syah aja, karena sampeyan mungkin punya pengalaman spiritual tentang pencerahan yang anda anggap paling sempurna (sejati),itu jg bagus.<br>Saya cuma menekankan jangan sampai durung pecus keselak besus,kata lainya, banyak lho sekarang ini orang suka mengklaim sudah manunggal sejati tapi ternyata baru berhenti manunggal pada level kodrat(kehendak, karso).Bukankah manunggal sejati itu artinya sudah totalitas, Baik kodrat, irodat, af\u2019al(perbuatan)dan sifat &amp; \u2026\u2026..).Sembah Sukmo Adep Idhep kang Anembah Alloh kang sinembah Alloh kang murbo lan amiseso.Walau pada hakekatnya satu kesatuan tapi tersirat ada pengakuan dualitas yaitu kawulo lan Gusti.Soal ritual bagi saya sangat perlu karena mungkin saya baru manunggal kodrat.Mudah2an diindonesia makin banyak bermunculan Daud2 yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Trimakasih<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awu_alit \u2013 Juni 13, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Weh den Bei-ne, masuk lagi to? Pripun kabaripun mas? sami wilujeng to?<br>Pas kebetulan mampir minum saya iseng tengok isinya website ini\u2026. wah moderatornya pinter.. cari bahasan yang membuat orang bersarasehan panjang lebar. Kl dibaca topiknya kan \u2018Apakah jika seseorang sudah mengalami pencerahan maka ritual yang dalam bentuk agama sudah tidak dibutuhkan lagi?\u2019 Sebagai orang dng spritulitas paling marginal, pemanggih kula pertanyaan itu muncul ketika kita belum mencapai pencerahan, baru dalam tataran mind, pikiran yang bermain, kalo sudah masuk dalam pencerahan pasti tidak ada pertanyaan demikian, kl bertanya berarti belum tercerahkan karena masih sibuk dengan pertanyaan Kalo secara kawruh susah dijelaskan ya paling gampang masuk kedimensi mereka, tanya lgs sama yang pernah mengalami pencerahan, nggih mboten den bei-ne?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalo Kyai Ganjel ditanya, paling cm bilang \u2018Yo ngana kui\u2019<br>Sri satya sai baba, jg cm bilang, lihat dan alami sendiri<br>Kanjeng Syekh Siti Djenar saja cm tersenyum\u2026<br>Paling banter cm diminta menyelami diri bertemu dengan yang SEJATI karena dari situlah pencerahan awal sedang dimulai<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">U\/mas Daud<br>Manunggal memang bukan DUALITAS tapi juga bukan SATU<br>SATU secara CIPTA-KARSA-KARYA maupun RASA<br>DUALITAS secara pribadi<br>Manunggal bukan berarti mas daud hilang tanpa bekas tapi masih \u201cada\u201d<br>Sama seperti seorang penari dan tariannya.bukan dua juga bukan satu\u2026 tarian tidak bisa dipisahkan dengan penari bgt jg sebaliknya, sang penari tidak bisa dipisahkan dengan tariannya\u2026 weh jd melu panjang lebar, nyuwun pangapunten mas mod, saya undur diri dl,.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">monggo den bei-ne kula pamit rumiyin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sebuah nama yang telah hilang \u2013 Juni 16, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">pencerahan seseorang hanya dia sendiri yang tahu..dia melakukan ritual atau tidak bergantung dimana dia mendapatkan dasar keyakinan..ya nikmati aja pencerahan itu seperti engkau menghisap ganja atau heroin yang kita suntikan di lengan kita\u2026..<br>ya ibarat nya kita lagi nyandu..tapi bukan nyandu narkoba..yandu kepada gusti allah kata Emha ainun najib narno \u2013 Juni 16, 2007 nderek urun rembug nggih.. bagi yang sudah mengalami pencerahan klo mau mlakukan ritual agama ya monggo klo tidak ya monggo..karena bagi yang sudah tercerahkan,STIAP PERILAKU HIDUPNYA di dunia adalah MERUPAKAN WUJUD RITUAL nyata..wong smuanya dilakukan brsama dgn GUSTI-nya..ya tujuane untuk hamemayu hayuning buwono..ya karena dia masih hidup neng ndonya..he5..he5 kalaupun masih ngerjakan ritual agama,itu juga demi sebuah kebersamaan dalam satu tradisi agama yang di anut..demi kebenaran secara komunitas..<br>tetapi menurut saya..seorang yang sudah tercerahkan malah bebas aja mau melakukan ritual agama apa saja..karena dia sudah bener2 mengetahui dan merasakan maksud dan tujuan smua ritual itu,<br>karena dia sudah terbebaskan dari kotak2 agama maupun tradisi.. dia sudah melampaui smuanya itu..karena dia sudah mnyadari dan merasakan kalau Tuhan bisa disebut dgn ribuan nama..tetapi Tuhan tidak bisa di bagi2..<br>\u201cbhineka tunggal ika,tan hana dharma marghwa..\u201d<br>\u201cberbagai nama sejatinya hanya satu,tidak ada KEBENARAN yang bisa di bagi..\u201d kembali kpada ritual agama ya..<br>bentuk ritual agama kalau di pahami secara mentah malah akan menjebak bagi pelaku ritual itu sendiri..ritual atau yang biasa kita sebut dengan syariat agama cenderung mengutamakan penyeragaman,yang terkadang membuat sebuah kefanatikan yang buta..yaitu merasa paling benar dgn ajaran agamanya sendiri dan menyalahkan agama org lain.(ini bagi yang belum tercerahkan loh..)<br>padahal penyeragaman amat sangat bertentangan dengan hukum alam..coba saja bayangkan kalau sluruh dunia di seragamkan hanya ada kembang mawar tok..lebih parah lagi kalau hanya ada kembang bangkai.. Kan lebih indah dan lebih asyik kalau dunia ini warna-warni..ha5..ha5.. maka orang jawa melambangkan dunia ini seperti kembang setaman.. maka ya itu tadi,bagi mereka yang sudah tercerahkan malah bebas melakukan ritual apa saja..pokoknya ya demi kebersamaan yang dia pilih..dia tidak lagi membedakan kotak yang satu dengan yang laen..smua kotak ya sama saja..smua bertujuan sama, yaitu ke DIA..<br>ibarat orang ingin memanah burung,dia bebas mau memanah dari sudut yang mana,yang penting ya kena burungnya..ha5..ha5 tapi menurut pandangan orang2 yang belum merasakan pencerahan hal ini malah bisa di anggap gila dan murtad..ha5..ha5..<br>jadi ingat ceritanya Kanjeng Syeh Lemah Abang yang di anggap murtad karena murid2nya bebas melakukan ajaran agama apa saja..<br>ya begitulah..yo ngono kuwi.. mbenjang di sambung malih..<br>matur nuwun para sedulur sadaya.. kabagyan..katentreman..karahayon..<br>tansah wonten ing kito sadoyo..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam sejati..salam satu hati..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 16, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Ngabehi<br>Yang saya sangsikan adalah pengertian pencerahan yang mas ungkapkan bukan pengalaman pencerahan anda (karena itu bukan urusan saya). Seperti yang mas ungkapkan bahwa: \u201cSiapa sih didunia ini yang mengaku sudah mendapat pencerahan terus nggak melakukan ritual\u201d. Ini yang saya ragukan sebagai pencerahan. karena pendapat awal saya adalah tidak melakukan ritual\u2026 Saya tanya satu hal saja deh: apakah saat ini (di \u201cSurga\u201d) Rosululloh tetap Sholat? Maksud dari tidak ada subjek dan objek adalah bahwa ego manusia sudah lenyap, maka pemahaman jangan di salah artikan secara merata seperti pengertian pemikiran masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya rasa spiritualitas mas bisa mengerti tentang ini, tapi ternyata saya salah menilai anda dari tulisan anda sebelumnya. Belajar lagi lah\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sastroroso \u2013 Juni 16, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">saya ada suatu cerita :<br>Dahulu kala di sebuah desa di sebuah negri, hiduplah seorang yang dianggap suci, dan dianggap utusan Allah.Setiap hari ia diminta mengajari penduduk desa.Ia mempunyai seekor anjing, yang setiap hendak mengajar selalu diikat disebuah tiang di sisi kanan sumur.Kemudian ia akan mengambil air dari sumur dan membasuh wajahnya.setelah itu ia akan pergi ke sebuah batu di tempat yang tinggi.Sebelum duduk, ia menaruh sandalnya di sisi kanan batu, lalu duduk dengan kaki menyilang, kaki kiri di atas kaki kanan. Demikian yang dilakukan setiap kali, hingga suatu saat ia meninggal. Penduduk desa kemudian mencari seseorang yang dianggap paling menguasi ajaran si orang suci, dan memintanya untuk menggantikan orang suci tersebut mengajari penduduk. Tentunya dengan urut-urutan perilaku yang harus persis dengan orang suci yang dulu, dari mulai memelihara anjing, mengikatnya di sisi sumur, hingga menyilangkan kaki kiri diatas kaki kanan sambil mengajar. Demikianlah diperbuat secara terus menerus hingga kini, dan tak ada yang berani mengubah atau mempertanyakannya, karena bisa-bisa disangsikan kesuciannya dan kepercayaannya alias dianggap murtad.. Apakah ritual jika bukan hendak menuju yang spritual ?masalah spiritual adalah masalah sejatining roso, komunikasi pribadi dengan Yang Disembah. Gerakan tanpa roso hanyalah gerakan mekanis.<br>Setiap gerakan bagi yang tercerahkan adalah ekspresi cinta pada Yang Dicinta. Mengenali yang tercerahkan itu sebenarnya juga tak sulit : \u201ckenalilah pohon dari buahnya, pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik dan berlimpah-limpah, dan hasilnya adalah tetap.\u201d Hanya seringkali mata,telinga, dan pikiran terbalut ego. sehingga melewatkan ajaran ajaran kebenaran dari orang maupun alam di sekitar dalam keseharian. Gak perlu pergi ke masa di mana orang-orang suci hidup, toh apa gunanya jika yang dilihat masih saja pikiran\/ego sendiri? Lebih baik bertanya pada diri sendiri, pergi ke dalam kejernihan budhi pekerti, dalam terang kesadaran.. Ya itu menurut pandangan saya, toh saya pun masih berritual. ritual itu seperti obat. Selama saya belum mencapai Bodhicitta,Kesadaran Murni, Makrifat Tuloh, saya masih harus minum obat. Hanya obat apa yang pas, cocok dengan saya atau orang lain ya terserah saja. kalo buat saya, obat agama kurang ampuh lagi.Karena agama \u2018hanyalah kendaraan\u2019.kalo udah sampai Rumah Gusti, kendaraan ya diluar aja, untuk ketemu Gusti apalagi berpelukan ya musti jalan sendiri.. Kalo masalah kemanunggalan dengan Gusti, saya tiap saat juga manunggal (kalo menurut Gusti), kalo menurut kesadaran saya sih roso kemanuggalan saya masih byar-pet,byar-pet..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas Hendra \u2013 Juni 19, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">buat kadhang semua salam buat mas ngabehi kiduling mesjid, mas sujiatmoko, dari semua pendapat sangat baik semua,<br>saya sependapat dengan mas ngabehi bahwa seseorang yang telah dan sedang pencerahan tetap melakukan ritual. contoh contohnya juga saya sependapat<br>manusia tetaplah manusia tidak akan sama dengan sang KHaliq nya buat mas daud govinda mungkin sampean harus jauh menelaah kedalam QOLBUN, Lubbun, dan sirrun. mungkin mas kurang faham dengan istilah tersebut mudah mudahan mas govinda mampu menelaah ke hal yang lebih dalam, kedalam hati dan intinya hati. mas govinda pun masihmelakukan ritual dengan berkontemplasi, atau meditasi, atau dzikir, atau berkonsentrasi pada satu hal, atau bersamadhi atau juga bertapa bahkan merenung bisa juga sambil melamun, saya yakin apa yang saya sebutkan tersebut masih salah satunya dilaksanakan oleh mas govinda. mungkin itulah ritual mas govinda beda lagi dengan ritual mas sudjiatmoko<br>beliau ber-ritual dengan shalatnya, dilanjut baca qur\u2019annya kemudian dzikir panjangnya(wirid) kemudian bermuamalah (dalam hal ini bersarasehan di dunia maya nya Gantharwa) mungkin untuk mas ngabehi beliau lebih sering ber \u201cuzlah\u201d nya ataupun ber\u2019khalwatnya\u201d, hanya nebak ya mas. he..hee. buat mas Moh. Nur beliau mungkin sudah mencapai ilmunya Haqqul yakin, atau lebih dari itu mungkin juga buat mas sastro saroso masih byar-pet lalu pet byar hee\u2026. jgn tersinggung tapi yang jelas buat mas govinda jangan lah sampean \u201calergi\u201d atau \u201cgeli\u201d dengan bahasa Ke-islam-an seseorang. maaf ya mas buat mas sudjiatmoko, mari kita tingkatkan fiqih kita, tauhid kita dan ke-Tasawuf-an Kita, dengan cara yang kita yakini sesuai pengetahuan agama kita,bermujahadah, bermuasyahadah, dan ber-makrifat pada ALLAH RABBUL IZZATi buat teman saya josie pandiangan, kemana aja sampean. saya koq ga di \u201csalamin \u201c, mudah mudahan qt semua mendapat pencerahan sejati salam hangat buar semuanya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teuku razali \u2013 Juni 19, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dear para kadang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">,Bukankah tidak beritual itu juga merupakan ritual juga????<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam damai<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 19, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Hendra<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cQOLBUN, Lubbun, dan sirrun. mungkin mas kurang faham dengan istilah tersebut\u201d<br>JANGAN SOMBONG Mas\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201csaya yakin apa yang saya sebutkan tersebut masih salah satunya dilaksanakan oleh mas govinda. mungkin itulah ritual mas govinda\u201d<br>APAKAH seorang yang memasak makanan itu pastilah orang yang sedang LAPAR? \u201cjangan lah sampean \u201calergi\u201d atau \u201cgeli\u201d dengan bahasa Ke-islam-an seseorang. maaf ya mas\u201d<br>TIDAK HANYA ISLAM, Semua agama atau dalam bentuk BAHASA AGAMA yang MENCELA yang lain membuat saya \u201calergi dan Geli\u201d kalau bisa di tambahkan MUAK.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya.. Pencerahan Sejati, bukan Pencerahan KATA orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 19, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">tenang mas govinda..<br>harap maklum,,,kita semua masih dalam tahap berproses\u2026<br>wajar kalau ada yg berpendapat seperti yg mas maksud\u2026<br>menurut hemat saya, kalau sudah dicerahkan atau mengalami pencerahan, semua omongan, tulisan dan pikiranpun akan menjadi berkat\u2026bukan \u201csampah\u201d\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam pencerahan sejati,<br>marijan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngabehi Kidulingmesjid \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas Daud\u2026<br>Di sarasehan ini kita saling mengeluarkan pendapat yang disertai berdasarkan pengetahuan dan laku kita masing-masing, tujuannya adalah supaya orang yang butuh bisa mengambil mamfaatnya, jadi bukan untuk adu argumen supaya pendapat kita diakui kebenaraanya oleh orang lain, kalau masih ada rasa begitu secara tidak langsung kita belum kosong ego mas\u2026, Seperti yang saya jelaskan diatas manusia yang sudah mencapai MKLG itu, menurut saya manusia yang sudah totalitas, kalu bahasa arabnya al insan alkamil, atau manungso yaiku papan manuggalaing roso, roso rahsaning Pangeran.Coba simak pendapat saya lagi di atas baik-baik mas,<br>\u201cSiapa sih didunia ini yang mengaku sudah mendapat pencerahan terus nggak melakukan ritual, sepertinya mereka jga masih selalu beritual.Rosululloh kalau sholat semalaman, sang Budha rajin bersamadhi, Kanjeng Nabi Isa selalu berpuasa lahir batin,dll\u201d \u201cSaya cuma menekankan jangan sampai durung pecus keselak besus,kata lainya, banyak lho sekarang ini orang suka mengklaim sudah manunggal sejati tapi ternyata baru berhenti manunggal pada level kodrat(kehendak, karso).Bukankah manunggal sejati itu artinya sudah totalitas, Baik kodrat, irodat, af\u2019al(perbuatan)dan sifat &amp; \u2026\u2026..).\u201d<br>Semua pendapat saya di atas saya barengi dengan bukti-bukti yang tidak diragukan lagi kebenaranya dan tertulis di kitab-kitab suci, jadi saya nggak nyinggung orang lain kan. Kita bandingkan dengan pendapat sampeyan:<br>\u201cYang saya sangsikan adalah pengertian pencerahan yang mas ungkapkan \u201d<br>\u201cSaya rasa spiritualitas mas bisa mengerti tentang ini, tapi ternyata saya salah menilai anda dari tulisan anda sebelumnya. Belajar lagi lah\u2026. \u201d Dari pendapat sampeyan di atas dimanakah letak kebijakan anda yang anda warisi dari yang Maha Bijak, ingat mas dari pernyataan Mas Daud, anda ini orang yang sudah Manunggal.Mulat Sariro Hangroso Wani itu sangat bagus mas buat kita yang lagi proses.<br>Terus pernyataan \u201cMUAK\u201d saya rasa kurang enak mas buat orang yang sudah mengalami pencerahan sejati. Selanjutnya kalau membahas masalah kotak2, Secara nggak sadar andapun sebetulnya masih berdiri dikotak keyakinan anda sendiri, Agama itu sebetulnya nggak ada yang salah mas, yang salah itu orang yang mengaku beragama tapi hanya mandeg ditengah2 tidak diteruskan lagi(bhasa jawanya BONGKO aliyas urung mateng) dalam islam contohnya untuk mempelajari yang kita bahas ini ilmunya juga ada yaitu tasawuf, dan tasawufpun banyak modelnya. Mungkin hanya itu mas yang bisa saya sampaikan, dan tolong pendapat saya ini jangan dianggap menggurui ataupun memaksa kepada orang lain, banyak kekuranganya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.<br>Buat mas Hendra makasih atas tebakannya yang jitu pada saya, saya sangat senang atas pendapat sampe yang yang sangat netral.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas Ngabehi<br>Saya tidak pernah memaksakan pendapat saya, tapi saya mengutarakan dan menanggapi tulisan sampayen dan yang lain, karena saya tahu ini forum mengeluarkan pendapat. Apa yang saya tulis adalah menurut saya alami. sudah saya simak pendapat sampayen dan juga sudah saya tanggapi. Kembali pertanyaan saya yang belum di jawab: apakah saat ini (di \u201cSurga\u201d) Rosululloh tetap Sholat? Setuju.. banyak yang telah menklaim mengalami pencerahan, tapi ternyata tidak\/palsu. Termasuk yang sedang kita lihat saat ini di negara kita. Bukti anda masih katanya.<br>Kebijakan saya terletak ingin memberitahukan anda bahwa, anda tidak mengalami tapi masih sering katanya, padahal tulisan anda bagus-bagus, tapi ternyata masih bungkusan saja. Kalau saya tidak memberitahuakan pendapat saya tentang anda, atau pura-pura setuju dengan anda seperti yang lain (padahal ada ganjaran di hati), itu artinya saya tidak bijak membiarkan anda. (anda tidak melihat sayang saya pada anda, tapi melihat segi negatif dari diri saya = tidak masalah)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMUAK\u201d adalah penyataan yang tidak munafik yang jujur, sopan santun yang anda anggap berupa bentuk dari wawasan pemikiran masyarakat, padahal sering di selubungkan dengan kemunafikan, tapi anda tidak melihat itu sebagai suatu kritik batin untuk diri sendiri yang telah sering melakukan penilaian terhadap orang lain (saat ini anda telah lakukan lagi)Manusia dulu yang mengalami pencerahan mengenai hakikat kehidupan ini dalam dunia.dari situlah agama-agama bermunculan. Kebanyakan para pengikut agama ini, termasuk kita, menjadi ikut-ikutan hanya sekedar untuk mengobati kerisauan hati tanpa benar-benar ingin berubah (mengalami pencerahan sendiri). Siapa yang dalam kotak siapa yang tidak? jawablah sendiri\u2026Saat saya menulis ini, saya telah melihat secara jelas posisi kita masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari alami sendiri, jangan dari Katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">y.Hendrayana \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">buat mas sudjiatmoko mari kita terus belajar fiqih dan tauhid, mdh2n Allah selalu menunjukan jalan kebenaran sejati, saya sependapat dengan mas sujiatmoko, mdh2n kita tidak tersesat di alam yang maha luas ini. semoga kita tetap berpegang teguh pada AL-FURQAN.<br>mari kita tingkatkan untuk menelaah hati (qolbun), Lubbun dan Sirrun kita, mudah2n jalan untuk makrifat pada allah semakin dekat, tapi kita harus ingat tahapan tahapan nya mujahadah, muraqabah dan musyahadat dan seterusnya, mas lebih tau dari diri saya buat mas ngabehi, ternyata muncul kembali ya mas.<br>saya yakin bahwa mas adalah seorang yang linuwih dibanding dengan kami ini. semoga allah swt terus membimbing kita ke jalan Kebenaran sejati, terus MERSUDI PATITISING TINDAK Pusakane TITISING Hening, semoga mengerti. buat mas govinda, (maaf jika tidak sopan) semoga mas selalu terbimbing di alam yang luas ini, mudah2n sampean tidak \u201calergi\u201d dengan bahasa nya kaum muslim ataupun bahasa Al-qur\u2019an kitab kami yang suci itu. semoga mas selalu dan masih beritual dengan samadhinya atau konsentrasi nya atau kontemplasinya atau perenungan nya atau tapanya (saya kurang faham dengan kegiatan sampean) sehingga mendapatkan AUFKLARUNG yang sampaean yakini.<br>manusia tetaplah manusia tidak akan sama dan menyamai sang khaliqnya buat mas yang akan dan telah serta sedang mencari pencerahan, semoga tambah \u201ckhusyu\u201d untuk mendapat kebenaran yang kadhang warga yakini didalam hatinya. buat semuanya, keyakinan terhadap tuhan yang satu adalah kodrati atau fitrah manusia sejak di alam ruh, dia telah meyakini adanya ALLAH yang maha tunggal, namun dalam pencariannya terkadang kita mengambil langkah yang berbeda. tapi jika sudah ada yang lebih mudah dengan segala penjelasannya yang sangat lengkap dan sempurna, kenapa masih memilih jalan lain, tapi itulah kodrati manusia selalu \u201cpenasaran dengan hal Baru\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">wassalam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sujiatmoko \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum semuanya \u2026<br>Duhh\u2026 jadi pengen kasih komentar lagi nich \u2026 Salam juga buat Mas Hendra, terima kasih atas masukannya. Semoga saya bisa menjadi apa yang panjenengan dan orang banyak harapkan. Mohon do\u2019anya ya Mas Hendra. Kalo nunut wejangannya Kanjeng Siti Jenar beberapa malam yang lalu, beliau bilang gini :\u2019ritual agama (apapun agamanya) masih diperlukan ketika ROH masih bersemayam di dalam \u2018wujud wadag\u2019 nya\u2019. Kalau ROH nya sudah keluar untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi ke jasadnya sebagai \u2018wujud wadag\u2019 nya maka ROH masuk kealam\/dimensi berikutnya \u2026 ya tidak diperlukan ritual lagi. Ini menurut Kanjeng Siti Jenar loch ya \u2026. He..he\u2026 jadi mirip sama komentarnya mas Ngabehi \u2026.<br>Nggak apa-apa ya mas \u2026. Kebetulan aja sama \u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum<br>Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngabehi Kidulingmesjid \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Hendra..<br>trimakasih atas komentarnya, semoga bisa menambah wawasan dan engetahuan saya, Amiin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat mas Daud\u2026<br>Trimakasih banyak atas penjabaran spiritual mas yang sangat rinci, moga bisa menambah kawruh saya.<br>Mengenai pertanyaan mas Daud tentang apakah Rosullulloh S.A.W., sekarang disurga sholat apa nggak?Sebelum saya jawab sesuai dengan pengetahuan yang saya peroleh dan saya miliki,saya ingin bertanya sama sampeyan. Menurut anda, Apa itu Sholat menurut pengetahuan Mas Daud.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sujiatmoko \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salamu\u2019alaikum mas Hendrayana<br>Waduh \u2026 mohon ma\u2019af ya mas, postingan saya kalah cepet sama postingan penjenengan.<br>Mari mas Hendra, sama-sama kita lalui keempat tangga yang sudah disiapkan ALLAH untuk menuju kepada-NYA. Dan semoga kita semua tidak tersesat di alam yang maha luas ini karena ada SINAR TERANG yang memandu.Yakin dan Setia kepada SANG MAHA BENAR\u2026.bukan begitu mas Nata Warga ?Salam<br>Sujiatmoko<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nata Warga \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">He..he..h.e\u2026he.. Teman semua, aku mendengar namaku di sebut-sebut<br>Salam Sejati Semua<br>Mas Atmo, he..he\u2026.he\u2026 namaku mudah di kenal kok, tidak ada sembunyi-sembunyi\u2026<br>Kemauan, Percaya, Tekun dan Setia kepada SANG MAHA BENAR\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas Daud, mbo sudah keterangannya.. kan sudah jelas pendapat anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mas Ngabehi, gak usah di layani terus, gak habis-habis..Diskusi dilanjut aja, jangan berjalan di tempat..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Sejati<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas y.Hendrayana<br>Saya juga Islam, anda tidak perlu terlalu bertele-tele\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Ngabehi<br>Main Petak umpet ya\u2026 anda sangat meragukan saya, sekali lagi anda salah menilai saya lagi. tapi untuk membuat anda bisa menjawab maka saya paparkan pendapat saya tentang shalat. Inti dari Shalat adalah kedekatan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, zat yang menciptakannya.<br>Namun saya ragu anda akan menjawab dengan tepat apa maksud dari pertanyaan saya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Nata Warga<br>Terima kasih, sebagai tamu disini, saya hanya tidak ingin orang salah mengerti yang saya tulis.. tapi ya sudahlah, memang begitu adanya Untuk ini saya minta maaf kepada yang merasa tersinggung dengan wacana yang saya tulis disini.. semoga diskusi kita makin jernih..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngabehi Kidulingmesjid \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMas Ngabehi, gak usah di layani terus, gak habis-habis..<br>Diskusi dilanjut aja, jangan berjalan di tempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dBaik Mas David, saya mohon maaf kalu sudah nggak sopan dirumah anda.Salam, Buat Njenengan dan keluarga besar GANTHARWA.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cNamun saya ragu anda akan menjawab dengan tepat apa maksud dari pertanyaan saya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201d Buat mas Daud maaf saya nggak bisa jawab pertanyaan sampeyan,karena saya ragu, jawaban saya nanti tidak tepat seperti permintaan Njenengan.<br>Salam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 20, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">seru\u2026<br>mari kita alami sendiri\u2026<br>bagi yg masih mengikuti tangga selamat mendaki\u2026bagi yang sudah terbang selamat terbang\u2026bagi yang masih membaca selamat membaca\u2026mari kita berlomba\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam,<br>marijan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencari Pencerahan \u2013 Juni 21, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Sejahtera, Pencerahan = Penyadaran Diri Terhadap segala hal yang sedang dialaminya dan dilakukannya.. Jika seseorang bisa secara sadar melakukan apa yang sedang dia lakukan dan tidak tergantung lagi pada dunia dan seisinya berarti seseorang tersebut telah tercerahkan.. Intinya Penyadaran, Penyadaran, Penyadaran dst Jika memang seseorang merasa senang tanpa melakukan ritual agama dan seseorang tersebut sangat menikmatinya ya itulah sebuah pencerahan bagi diri seseorang tersebut.. tetapi jika seseorang tersebut menemukan suatu ritual agama dan ritual tersebut dapat dinikmatinya berarti juga sebuat pencerahan bagi dirinya juga.. Sebuah cerita yang saya baca :<br>Ada seekor singa yang hidup di hutan bersama dengan sekumpulan domba. pada suatu saat seekor yang sedang berburu singa tersebut melihat singa yang berada di gerombolan domba dan singa pemburu mendekati gerombolan domba maka takutlah singa yang belum sadar bahwa dia seekor singa dan mengembik seperti domba. oleh karena itu singa membawa singa yang hidup dengan domba di sebuah danau dan disuruhlah bercermin. setelah bercermin singa itu sadar bahwa dia seekor singa yang sangat di takuti domba. oleh karena bercermin di danau, sekarang sianga itu telah menemukan jatidiri\/pencerahan yang sesungguhnya..Dari seseorang yang sedang mencari sebuah pencerahan dan berharap suatu saat mendapatkan pencerahan..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">y.Hendrayana \u2013 Juni 22, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">TERIMAKASIH KEPADA MAS GOVINDA<br>SAYA JUGA SUDAH TAU BAHWA MAS GOVINDA ADALAH ISLAM DAN SAYA MUNGKIN SEDIKIT TAU BAHWA MAS GOVINDA TELAH SEDANG MENDAPAT PENCERAHAN, fastabiqul khoirot,<br>jika mas govinda tersinggung di dalam hati dan pikiran mas trhadap apa yang pernah saya ungkapkan, saya memohon maaf, mohon di fahami saya mungkin tidak mengalami apa yang mas govinda alami, (kata orang tua dulu, JELEMA MAH SAUKUR BEBENERAN, NU BENER MAH ANGING ALLAH SWT DAN RASULNY,saya masih taraf belajar, belajar, belajar dan belajar.<br>buat mas ngabehi dan mas nata warga (mdh2n tebakannya meleset)<br>jika sudah \u201cNAIK\u201d jangan lupa bawa yang masih \u201cDIBAWAH\u201d untuk \u201cnaik\u201d, jangan sendirian saja ya, kekuatan besar tentu mempunyai tanggung jawab dan amanat yang besar juga untuk di tebarkan pada umat manusia, bukankah salah satu kategori manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. heee heee\u2026\u2026.maafin ya mas, ga ada maksud untuk menggurui atau menasihati.<br>ini hanya satu sarasehan untuk pencerahan, menuju sinar terang yang abadi.<br>wassalam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">marijan \u2013 Juni 23, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">cerita yg menarik dari mas pencari pencerahan,<br>terkadang kita lupa akan siapa diri kita \u2026<br>saya ingin melirik kembali ke belakang\u2026semenjak kita dilahirkan, kita terlahir bagai kertas putih\u2026berawal dari pengalaman mencari kebenaran sampai akhirnya kita meyakini sesuatu yg menurut kita paling benar , mulai dari meyakini kitab suci, aliran kepercayaan, budaya dsb..tanpa disadari, banyak diantara kita terlarut dalam skenario eksplisit yg tertera di kitab suci dll\u2026kita lupa akan tugas \u201cpribadi\u201d kita dari sang Sutradara\u2026<br>banyak yang mengartikan panggilanku adalah seperti panggilan Nya yang Ia firmankan dalam kitab suci\u2026<br>hanya sedikit orang yang berhasil bertemu sang Sutradara untuk meminta apa tugas sesungguhnya, kebanyakan merasa takut, takut untuk bertemu sang Sutradara. asumsi Sang Maha Suci, sang Maha Besar dan banyak lagi panggilan yang seumpama benteng yang sulit di tembus, ditambah lagi cap\/stigma umat berdosa menambah aksesoris benteng yang menjulang tinggi yang memisahkan pemain dan Sutradara, ada mata rantai yang terputus yang disadari atau tidak, dilupakan oleh para pemain\u2026mata rantai itu tidak lain adalah kesadaran\u2026.kesadaran untuk mengenal siapa diri kita\u2026<br>tanyakanlah pada dirimu karena dirimu adalah sumber pengetahuan\u2026Tamburomaninten\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">salam kesadaran,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daud Govinda \u2013 Juni 28, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Ngabehi:<br>Terima kasih untuk tidak menjawab\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas y.Hendrayana<br>Saya tidak tersinggung, hanya menegaskan saja..<br>orang tua dulu yang mana? orang tua dulu yang telah mengenal agama IYA, akan berkata begitu. tapi kalau leluhur mah akan bicara: JELEMA MAH SAUKUR BEBENERAN, NU BENER MAH ANGING GUSTI.<br>INGAT: Rosullulloh S.A.W tidak pernah mengklaim dirinya SEMPURNA.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">y.Hendrayana \u2013 Juni 28, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">buat mas daud ,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">terimakasih ,keimanan ada Maqomnya,dimanakah qt?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">mas tau sendiri jawabannya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngabehi Kidulingmesjid \u2013 Juni 28, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat Mas Ngabehi:<br>Terima kasih untuk tidak menjawab\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NGESTOAKEN DHAWUH KANJENG SYEKH\u2026..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gantharwa \u2013 Jul 05, 2007<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para Pencari, diskusi tentang topik ini kita tutup sementara, kalau ada yang ingin lanjutkan kita bisa lakukan di mailing list. Ada beberapa kalimat dan komentar yang di hapus karena tidak ada hubungan dengan topik tidak mengembangkan topik, semoga kita dapat Pengertian dari sarasehan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap orang BISA mencapai PENCERAHAN, siapa saja, dimana saja, kapan saja dan caranya bebas saja sesuai dengan Tuntunan dan keyakinan sendiri. Setelah itu barulah kita tahu apa yang sebenarnya Ritual dan perlu atau tidak lagi melakukannya lagi. Semua Jawaban sudah ada dalam Sana (Pencerahan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Menjadi Tercerahkan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TOPIK 1:Apakah jika seseorang sudah mengalami pencerahan maka ritual yang dalam bentuk agama sudah tidak dibutuhkan lagi? Daud Govinda \u2013 Mei 30, 2007 kayaknya tidak perlu lagi deh,,,karena ngapain lagi..kenapanya saya kurang jelas, tapi yang jelas, Allah juga tidak ber\u201dritual\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-406","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"jwk","author_link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/author\/jwk\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Uncategorized<\/a>","rttpg_excerpt":"TOPIK 1:Apakah jika seseorang sudah mengalami pencerahan maka ritual yang dalam bentuk agama sudah tidak dibutuhkan lagi? Daud Govinda \u2013 Mei 30, 2007 kayaknya tidak perlu lagi deh,,,karena ngapain lagi..kenapanya saya kurang jelas, tapi yang jelas, Allah juga tidak ber\u201dritual\u201d","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=406"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":407,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406\/revisions\/407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}