{"id":398,"date":"2026-07-24T07:01:59","date_gmt":"2026-07-24T07:01:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/?p=398"},"modified":"2026-07-24T07:02:00","modified_gmt":"2026-07-24T07:02:00","slug":"selamat-wesak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/2026\/07\/24\/selamat-wesak\/","title":{"rendered":"Selamat Wesak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepada Para Kadhang Sinarawedi yang Budha di seluruh Nusantara, kita ucapkan Selamat Hari Wesak. Semoga Kita semau terus meningkat dalam perjalanan spiritual kita dengan adanya Hari Kemenangan ini. SELAMAT\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KEMENANGAN TERAKHIR<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persembahan dari Sahabat Seperjalanan, Bapak Hudoyo Hupudio.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"90\" height=\"128\" src=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/budha.thumbnail.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-399\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Duduk bersila di bawah sebatang pohon, yang kelak dikenal sebagai Pohon Bodhi, \u201cPohon Pencerahan\u201d atau \u201cPohon Kearifan\u201d, di tepi sungai Neranjara, di Gaya (sekarang dikenal sebagai Buddhagaya), mengerahkan usaha terakhir dengan tekad tak tergoyahkan: \u201cSekalipun tinggal kulit, urat dan tulang, dan darah dan dagingku kering dan lapuk, aku tak akan bergerak dari tempat duduk ini sampai aku mencapai pencerahan sempurna (samma-sambodhi) .\u201d Tanpa menyerah, tanpa kenal lelah dalam upayanya, begitu kuat tekadnya untuk mencapai kebenaran dan meraih pencerahan sempurna.<br>Menerapkan \u201cperhatian penuh pada napas masuk dan napas keluar\u201d (anapanasati) , sang Bodhisatta masuk dan berdiam dalam tingkat keterpusatan pertama (jhana). Secara bertahap dan berangsur-angsur, ia masuk dan berdiam di jhana kedua, ketiga dan keempat. Dengan membersihkan batinnya dari kotoran secara itu, dengan batin tenang &amp; terkendali, ia mengarahkannya pada pengetahuan akan kehidupan-kehidupan nya yang lampau (pubbenivasanussati -nyana). Inilah pengetahuan pertama yang dicapainya pada sepertiga pertama malam itu. Lalu sang Bodhisatta mengarahkan batinnya pada pengetahuan akan timbul &amp; lenyapnya makhluk-makhluk berbagai wujud, yang berada dalam kebahagiaan, yang berada dalam kesengsaraan, masing-masing mengembara sesuai perbuatannya (cutuupapaata- nyana). Inilah pengetahuan kedua yang dicapainya dalam sepertiga menengah malam. Setelah itu ia mengarahkan batinnya pada pengetahuan akan tercabutnya arus kehidupan (aasavakkhaya- nyana).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia memahami apa adanya: \u201cInilah dukkha, inilah sebabnya dukkha, inilah berakhirnya dukkha, inilah jalan menuju berakhirnya dukkha.\u201d Ia memahami apa adanya: \u201cInilah kotoran batin (asava), inilah munculnya kotoran batin, inilah berakhirnya kotoran batin, inilah jalan menuju berakhirnya kotoran batin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mengetahui seperti itu, dengan melihat seperti itu, batinnya terbebas dari kotoran kenikmatan indra (kama-sava), kotoran proses menjadi (bhava-sava) , dan kotoran kegelapan batin (avijja-sava) . Ketika batinnya terbebas, muncullah pengetahuan, \u201cpembebasan\u201d , dan ia memahami: \u201cBerakhirlah kelahiran, kehidupan suci ini telah dijalani, selesai sudah apa yang perlu dikerjakan, tidak ada lagi apa-apa sesudah ini\u201d (berarti, tidak ada lagi kelanjutan dari badan &amp; batin ini, tidak ada lagi proses menjadi, tidak ada lagi kelahiran kembali). Inilah pengetahuan ketiga yang dicapainya pada sepertiga terakhir malam. Semua ini dikenal sebagai \u2018tevijja\u2019 (trividya), pengetahuan tiga rangkap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu ia mengucapkan syair kemenangan ini:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMencari dan sia-sia menemukan si pembuat rumah,<br>Aku tunggang langgang melalui rangkaian banyak kelahiran,<br>Sungguh memedihkan kelahiran yang berulang-ulang ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">O, pembuat rumah, engkau kini telah terlihat,<br>Engkau tak akan membuat rumah lagi.<br>Tiang rusukmu telah patah,<br>Tiang utamamu telah runtuh.<br>Batinku telah mencapai Nibbana tanpa bentuk,<br>Dan sampai pada akhir kehausan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah Bodhisatta Gotama pada usia tiga puluh lima tahun, pada bulan purnama di bulan Mei (vesaakha, Wesak), mencapai Pencerahan Sempurna dengan memahami sepenuhnya, Empat Kebenaran Suci, Kebenaran Abadi, dan ia menjadi Buddha, Penyembuh Agung yang mampu menyembuhkan penyakit kehidupan. Inilah kemenangan terbesar dan tak tergoyahkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empat Kebenaran Suci adalah pesan tak ternilai yang diberikan oleh Sang Buddha kepada umat manusia yang menderita, untuk menuntun mereka, menolong mereka mematahkan belenggu dukkha, dan mencapai kebahagiaan mutlak, realitas mutlak\u2013Nibbana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari: Piyadassi Thera\u2019s \u2018The Buddha: his life and teaching\u201d, Copyright BPS, Kandy<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari Mahaparinibbana Sutta:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian Sang Bhagava berkata kepada YM Ananda: \u201cAnanda, mungkin sebagian dari kalian berpikir: \u2018Berakhirlah sudah kata-kata Sang Guru, kita tidak punya Guru lagi.\u2019 Tetapi, Ananda, janganlah berpikir seperti itu. Oleh karena apa yang telah kunyatakan dan kubabarkan sebagai Dhamma &amp; Vinaya, itulah yang akan menjadi Gurumu bila aku telah tiada. \u2026 Dan Sang Bhagava bersabda kepada para bhikkhu: \u201cPara bhikkhu, aku mendorong kalian: Segala sesuatu yang terbentuk akan musnah. Berjuanglah dengan penuh kesungguhan. \u201d Inilah kata-kata terakhir sang Tathagata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SELAMAT WESAK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepada Para Kadhang Sinarawedi yang Budha di seluruh Nusantara, kita ucapkan Selamat Hari Wesak. Semoga Kita semau terus meningkat dalam perjalanan spiritual kita dengan adanya Hari Kemenangan ini. SELAMAT\u2026 KEMENANGAN TERAKHIR Persembahan dari Sahabat Seperjalanan, Bapak Hudoyo Hupudio. Duduk bersila<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-398","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"jwk","author_link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/author\/jwk\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Uncategorized<\/a>","rttpg_excerpt":"Kepada Para Kadhang Sinarawedi yang Budha di seluruh Nusantara, kita ucapkan Selamat Hari Wesak. Semoga Kita semau terus meningkat dalam perjalanan spiritual kita dengan adanya Hari Kemenangan ini. SELAMAT\u2026 KEMENANGAN TERAKHIR Persembahan dari Sahabat Seperjalanan, Bapak Hudoyo Hupudio. Duduk bersila","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=398"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":400,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398\/revisions\/400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}