{"id":339,"date":"2026-07-24T05:52:46","date_gmt":"2026-07-24T05:52:46","guid":{"rendered":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/?p=339"},"modified":"2026-07-24T05:52:47","modified_gmt":"2026-07-24T05:52:47","slug":"the-cosmic-wheel-roda-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/2026\/07\/24\/the-cosmic-wheel-roda-kehidupan\/","title":{"rendered":"\u201cThe Cosmic Wheel\u201d \/ Roda Kehidupan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u201cThe Cosmic Wheel\u2026..\u201d<\/strong><br>Oleh: Satria Sukma Bhuwana<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"128\" height=\"128\" src=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/cosmic-wheel.thumbnail.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-340\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para kadang yang terkasih, saya punya bahasan yang mungkin menarik untuk kita telaah lebih lanjut sebagai anggota Gantharwa. Para kadang sekalian bebas menanggapi apa saja deh.<br>Konon katanya hidup ini seperti roda, ada kalanya diatas, ada kalanya kita berada dibawah. Namun dimata Tuhan kita semua sama, tidak peduli status sosial kita seperti apa. Ternyata dibuku CWG (\u201cConversation with God\u201d. Red) , dalam ultimate reality (kebenaran Yang Maha Tinggi) juga dikenal roda \/ lingkaran kehidupan seperti yang sudah masyarakat kita kenal selama ini, namanya The Cosmic Wheel\u2026<br>Ketika Allah menyatakan diriNya: \u201c Akulah Alfa dan Omega\u201d atau \u201c Yang Awal dan yang Akhir\u201d sesungguhnya Ia me-refer ke roda kosmik ini. Coba bayangkan anda&nbsp;membuat lingkaran, ibarat jam, mulailah titik dijam 12, lalu anda akan kembali lagi dititik itu bukan? Allah telah menciptakan lingkaran kehidupan itu. Inilah the circle of LIFE. Kita dan alam semesta adalah the LIFE itu sendiri, didalam lingkaran inilah kita menggerakkan \u201cthe energy of God\u201d. Karena roda ini \u201cberputar\u201d, maka tidak ada yang bisa menunjukkan titik mana yang lebih tinggi, dan mana yang lebih rendah, ya tentu saja, karena ia \u201cberputar\u201d! Jadi semua \u201csama\u201d dimata Allah.<br>Namun demikian, apa yang diceritakan diatas adalah Makrokosmos dari kehidupan. Jika kita menilik ke Mikrokosmosnya, ada bagian-bagian dari LIFE itu (maksudnya adalah kita, per-individu) yang menjalani roda kosmik ini mulai dari satu titik, berputar untuk mencapai lagi titik awalnya. Sekarang kita coba bayangkan \u201croda\u201d yang amat penting dalam hidup kita, yaitu jam. Jika kita melihat pada jam dinding yang bulat itu, titik teratas adalah angka 12 ( 1+2=3, three is the signature of God ) dan titik terbawah adalah angka 6 (kata seorang romo, enam adalah angka yang tidak sempurna, maka 666 adalah untuk \u201cdia yang sangat tidak sempurna\u201d). Jika dihitung jarak garis lurus terhadap angka 12 itu, angka enam memang yang paling jauh, dan jelas-jelas langsung bertentangan (paling atas vs paling bawah).<br>Sekarang bayangkan ketika sebuah roh dari surga masuk kedalam roda kosmik, karena baru saja dikirim dari surga jika dianalogikan dengan jam maka roh ini baru berada disekitar jam 12, sedang menuju jam 1, 2, 3\u2026dan seterusnya. Ketika memasuki roda kosmik kita dibuat \u201clupa\u201d akan siapa kita sebenarnya (Anak Allah). \u201cLupa\u201d disini bisa digambarkan ketika kita berjalan melalui roda kosmik dari jam 1, 2, 3\u2026.dst, dimana kita berjalan menjauh dari Allah. Para kadang ingat bukan bahwa surga dan neraka adalah masalah keberadaan jauh \/ dekatnya kita dengan Allah? Roh yang sedang berada di jam-jam 1-6 disebut dark hour of LIFE karena kita menjauh dari Nya, dan di jam 6 sendiri adalah the darkest hour. Disaat-saat inilah kita lupa siapa diri kita sebenarnya, disini masa-masa dimana kita lebih menikmati kedagingan, kesadaran roh yang kian rendah.<br>Namun demikian ajakanNya adalah \u201c&nbsp;<strong>to Remember&nbsp;<\/strong>\u201d dan \u201c&nbsp;<strong>to Re \u2013 Member<\/strong>\u201d\u2026yaitu&nbsp;<strong>menjadi ingat kembali<\/strong>, dan&nbsp;<strong>kemudian manunggal kembali denganNya<\/strong>, bukan untuk berkutat disana dan akhirnya malah jadi \u201clost in forgetfulness\u201d. Kita harus berjalan terus meniti roda yang tersedia. Maka mulailah kita memasuki angka 7, 8, 9\u2026.dst. Inilah masa-masa dimana kita mulai mendekat kembali denganNya, masa-masa dimana kesadaran roh mulai bangkit dan kita mulai meninggalkan kenikmatan daging. Kita mencapai tingkat kesadaran roh yang kian tinggi untuk akhirnya mencapai kesadaran yang tertinggi alias manunggal kembali denganNya.<br>Hendaknya kita tidak menghujat yang menurutmu jahat, jika engkau marah pada mereka yang tamak, culas, penipu, perampok, kejam, dst. maka pada saat itu yang ingatlah kepada \u201clife path\u201d yang tersedia bagi mereka pada masanya. Kejauhan kita dari sifat-sifat dasar Ilahi mungkin merupakan \u201cpath\u201d yang harus dilalui, sebab untuk ingat maka kita memang harus \u201clupa\u201d dulu bukan? Daripada menghujat, mendingan kita doakan saja agar mereka (dan kita juga lho) tidak \u201clost in forgetfulness\u201d dalam fase lupa ini, dimana kita tidak maju-maju ke jam-jam yang dikenal dengan \u201cthe finest hour\u201d tapi malah berkutat di \u201cthe darkest hour\u201d. Kita doakan agar mereka yang hidupnya belum selaras dengan kehendakNya agar dapat segera melewati fase lupa itu, dan mulai masuk ke fase ingat, lalu merasakan \u201cthe glory of being raised\u201d ; terangkat\u2026terangkat\u2026dan terus terangkat! Nah ini bagian yang rada mengagetkan: setelah kita mencapai kesadaran yang tertinggi kita harus mulai turun lagi\u2026LHO MENGAPA!!!!? \u2026\u2026\u2026\u2026..agar dapat kembali merasakan&nbsp;<strong>\u201cTHE GLORY OF BEING RAISED\u201d<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u201cDo not condemn the bad, because the good can never exist without the existance of the bad. You cannot understand the light if there is no darkness. \u201cUp\u201d is a meaningless concept if there is no \u2018down\u201d. Yet I tell you this; be alight unto the darkness and curse it not.\u201d<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cThe Cosmic Wheel\u2026..\u201dOleh: Satria Sukma Bhuwana Para kadang yang terkasih, saya punya bahasan yang mungkin menarik untuk kita telaah lebih lanjut sebagai anggota Gantharwa. Para kadang sekalian bebas menanggapi apa saja deh.Konon katanya hidup ini seperti roda, ada kalanya diatas,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-339","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"jwk","author_link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/author\/jwk\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Uncategorized<\/a>","rttpg_excerpt":"\u201cThe Cosmic Wheel\u2026..\u201dOleh: Satria Sukma Bhuwana Para kadang yang terkasih, saya punya bahasan yang mungkin menarik untuk kita telaah lebih lanjut sebagai anggota Gantharwa. Para kadang sekalian bebas menanggapi apa saja deh.Konon katanya hidup ini seperti roda, ada kalanya diatas,","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=339"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":341,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339\/revisions\/341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}