{"id":295,"date":"2026-07-24T03:50:49","date_gmt":"2026-07-24T03:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/?p=295"},"modified":"2026-07-24T03:50:50","modified_gmt":"2026-07-24T03:50:50","slug":"satu-kawruh-dan-laku-lebih-penting-dari-1-000-teori","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/2026\/07\/24\/satu-kawruh-dan-laku-lebih-penting-dari-1-000-teori\/","title":{"rendered":"\u201cSATU KAWRUH DAN LAKU, LEBIH PENTING DARI 1.000 TEORI\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u201cSATU KAWRUH DAN LAKU, LEBIH PENTING DARI 1.000 TEORI\u201d<\/strong><br>Oleh: Kiai Pager Roso<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar adalah kewajiban seumur hidup untuk mencapai \u201cManunggaling Kawulo Lan Gusti\u201d. Namun kadang manusia hanya berhenti pada sekedar teori setelah belajar. Teori tidak dikembangkan secara baik menjadi \u201cKawruh\u201d dan akhirnya menjadi \u201cLaku\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep dasar&nbsp;manusia yang salah adalah pembenaran pada diri sendiri dengan adanya factor sebagai pemicu yang menjadi ciut dalam diri mereka, seperti:<br>\u2013 tidak memiliki pengertian dianggap bahwa suatu fasilitas tidak bisa disalah,<br>\u2013 lupa dianggap tidak bisa diminta pertanggung jawaban<br>\u2013 malas dianggap suatu fasilitas kebiasaan<br>\u2013 menyerah dianggap suatu pelepasan beban<br>\u2013 tidak berkemauan dianggap tidak masalah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep dari Manusia mistik adalah bagaiman menjadikan dalam diri kita dipimpin oleh ROH yang Sejati. Dalam ROH manusia akan ber\u201dKawruh\u201d dan tentunya akan adanya LAKU yang akan menjadikan manusia berkwalitas dari pada memiliki 1.000 teori yang di kuasai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekuasaan yang paling tinggi adalah dengan \u201cSatu Kawruh dan Laku\u201d dari pada meditasi 1.000 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak manusia ingin menjadi manusia mistik dan memiliki kekuasaan, tapi mereka hanya berhenti pada keinginan, tanpa ada kemuaan, gampang menyerah, malas melakukan, lupa apa yang penting, bodoh. Dan akhirnya ini akan menjadi tabiat atau sikap mental yang rendah, tanpa merasakan bahwa dia berada dalam dasar jurang yang gelap, namun mereka menganggap bahwa mereka berada di luar angkasa yang luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keabadian yang Sejati sesungguhnya manusia bisa setia dalam peningkatan \u201cKawruh dan Laku\u201d SELALU\u2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSATU KAWRUH DAN LAKU, LEBIH PENTING DARI 1.000 TEORI\u201dOleh: Kiai Pager Roso Belajar adalah kewajiban seumur hidup untuk mencapai \u201cManunggaling Kawulo Lan Gusti\u201d. Namun kadang manusia hanya berhenti pada sekedar teori setelah belajar. Teori tidak dikembangkan secara baik menjadi \u201cKawruh\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-295","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"jwk","author_link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/author\/jwk\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Uncategorized<\/a>","rttpg_excerpt":"\u201cSATU KAWRUH DAN LAKU, LEBIH PENTING DARI 1.000 TEORI\u201dOleh: Kiai Pager Roso Belajar adalah kewajiban seumur hidup untuk mencapai \u201cManunggaling Kawulo Lan Gusti\u201d. Namun kadang manusia hanya berhenti pada sekedar teori setelah belajar. Teori tidak dikembangkan secara baik menjadi \u201cKawruh\u201d","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=295"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":296,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295\/revisions\/296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}