{"id":199,"date":"2026-07-23T02:50:57","date_gmt":"2026-07-23T02:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/?p=199"},"modified":"2026-07-23T02:50:58","modified_gmt":"2026-07-23T02:50:58","slug":"siapa-yang-harus-aku-tolong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/2026\/07\/23\/siapa-yang-harus-aku-tolong\/","title":{"rendered":"Siapa Yang Harus Aku Tolong"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Siapa Yang Harus Aku Tolong<br>Jumat Kliwon 27 Agustus 1998<\/strong><br>Oleh: Kiai Ganjel<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah setiap pemberian yang kita lakukan kepada orang yang menderita itu sudah benar?<br>Mari kita tinjau dari pemberian itu sendiri:<br>\u2013 pemberian itu tergantung apakah tulus atau tidak<br>\u2013 kesiapan dari si prang yang menderita<br>kalau kita menolong jangan melihat dari\/dengan suku, agama, golongan.<br>Namun hal yang perlu diingat adalah bahwa pemberian itu juga dapat berakibat orang malas, walaupun hanya sedikit.<br><br>Apakah berbohon itu boleh?<br>Ada beberapa jenis bohong:<br>\u2013 disebut bohong tapi secara kwalitas jujur<br>\u2013 ada bohong secara kwalitas juga bohong<br>\u2013 ada uang memberi merek jujur, tapi kwalitasnya bohong<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dikatakan bohong tapi secara kwalitas jujur, itu masih sah-sah saja, contohnya bagi anak yang sakit diberi obat dengan cara dibohongi, agar sembuh (obatnya dicampur susu, atau dibilangin makan permen, dll)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">bohong sebenarnya tidak bisa dikatakan salah atau tidak bisa dikatakan benar, karena bohong itu merupakan alat atau sistem.<br>Maka yang bisa disalahkan atau dibenarkan adalah manusianya itu sendiri. Intinya adalah jika anda perlu berbohong: berbohonglah pada manusia, tapi jangan berbohong pada Allah.<br>Bohong yang sebenarnya adalah membohongi Allah, Cinta kasih, prikemanusiaan.<br>Dan hal ini juga dibagi menjadi apa motivasinya, caranya bagaimana, dan apa hasilnya. Segala sesuatu dikatakan baik kalau ketiga nya bagus.<br>Nilai yang tertinggi terletak pada Motivasi, selanjutnya adalah sistem (cara), lalu hasil.<br>Maka sering dikatakan: \u201cBerbahagialah orang yang berkehendak baik\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muncul pertanyaan apakah motivasi (kemauan) itu membutuhkan kawruh yang tepat? Tentu motivasi haruslah diikutu kawruh yang tepat, benar, kalau tidak maka akan jadinya seperti Yudas, ada motivasi tapi kawruh.pengertiannya ngawur, sehingga motivasinya jadi egois.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaiman mendapatkan kemauan yang tepat atau benar dari Roh kita yang sejati?<br>Motivasi (kemauan) butuh atau perlu sekali kawruh kebenarannya.<br>Cara kita mendapatkan kawruh kebenarannya adalah<br>Harus berguru \/ jadi murid kepada guru mati (kitab-kitab, buku-buku, dll), dan kepada guru hidup (manusia). Sedangkan midal dari murid hanyalah Kepercayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara untuk mendapatkan kemauan yang tepat atau benar adalah dengan cara Pasrah atau Sumeleh. Kepasrahan itu bertingkat:<br>\u2013 pada guru, pemimpin, orang tua, mereka inilah yang mewakili Allah<br>\u2013 pada Guru Sejati, di saat inilah kita akan mendapatkan kawruh yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana lisensi saya dianggap berhasil? Pertanyaan tentang Keberhasilan Lisensi?<br>Keberhasilan lisensi yang sederhana dilihat dari beberapa hal:<br>\u2013 apakah lisensi telah merubah kita untuk bertobat, dari dosa (-) menjadi benar (+): \u2013 = +<br>\u2013 apakah lisensi telah mempertahankan (tetap) hal yang benar (+) dalam diriku: +=+<br>\u2013 apakah lisensi telah merubah kita dari baik (+) bertambah baik (++++..): +=+ + +<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">lisensi itu bukanlah mesin, lisensi itu tidaklah otomatis, tapi lisensi merupakan titik temu antara manusia dengan Allah, artinya pertemuan Pribadi dengan Pribadi. Jadi butuh kerjasama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menolong orang itu harus<br>\u201dtidak selalu permintaan selalu diberikan, tapi memberikan yang pantas untuknya\u201d itulah pertolongan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara mendasar pertolongan itu haruslah:<br>\u201dmenjadikan orang bertobat\u201d secara rohani adalah Damai<br>\u201dmenjadikan orang sembuh\u201d secara fisik\/jasmani adalah sejaterah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertolongan yang baik memberi pada saudara Yesus (kwalitas), dimana saudaraKU adalah yang melakukan kehendak Allah.<br>Artinya kita hanya menolong:<br>\u2013 orang yang benar<br>\u2013 kalau orang tidak benar, haruslah bertobat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">bentuk dari pertolongan yang baik dan bagus adalah menolong secara rohani atau spiritual.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa Yang Harus Aku TolongJumat Kliwon 27 Agustus 1998Oleh: Kiai Ganjel Apakah setiap pemberian yang kita lakukan kepada orang yang menderita itu sudah benar?Mari kita tinjau dari pemberian itu sendiri:\u2013 pemberian itu tergantung apakah tulus atau tidak\u2013 kesiapan dari si<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-199","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"jwk","author_link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/author\/jwk\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Uncategorized<\/a>","rttpg_excerpt":"Siapa Yang Harus Aku TolongJumat Kliwon 27 Agustus 1998Oleh: Kiai Ganjel Apakah setiap pemberian yang kita lakukan kepada orang yang menderita itu sudah benar?Mari kita tinjau dari pemberian itu sendiri:\u2013 pemberian itu tergantung apakah tulus atau tidak\u2013 kesiapan dari si","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199\/revisions\/200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}