{"id":193,"date":"2026-07-23T02:39:48","date_gmt":"2026-07-23T02:39:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/?p=193"},"modified":"2026-07-23T02:39:49","modified_gmt":"2026-07-23T02:39:49","slug":"pasien-iseng-dan-menghadapi-iblis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/2026\/07\/23\/pasien-iseng-dan-menghadapi-iblis\/","title":{"rendered":"Pasien Iseng dan Menghadapi Iblis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pasien Iseng dan Menghadapi Iblis<br>Jumat Kliwon 20 November 1997<\/strong><br>Oleh: Kiai Ganjel<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">I. Tanggapan kita pada pasien-pasien yang \u201ciseng\u201d, bagaimana sikap kita?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilihat dari tingkatan ke\u201diseng\u201dannya:<br>\u2013 Kepantasannya, ini sangat luas tergantung dari pengertian kita, kalau menurut kita tidak pantas, tidak usah ditanggapi. Kalau masih pantas, silahkan saja.<br>\u2013 Faktor penting dalam menolong pasien adalah bayarannya atas pertobatan<br>\u2013 Kepentingan pasien adalah sebagai sarana bagi kita<br>\u2013 Dari segi kemampuan akan berakibat pada efek dan dampak<br>\u2013 Kepentingan pasien adalah sebagai pintu masuk untuk misi kita<br><br>Hal yang paling penting adalah bertemunya dua pribadi yaitu pasien dan kita, kita harus mencari titik temunya, yaitu titik temunya Take and Give itu harus jelas. Take adalah Misi Gantharwa (Ganjel) sedangkan Give itu adalah kepentingan pasien, sehingga jika pasien menginginkan sesuatu maka jembatannya adalah pertobatan, itulah misinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah semua jenis pasien harus kita terima?<br>Pada prinsipnya semua harus kita terima, kecuali kalau kita sibuk menangani pasien yang masalahnya lebih penting atau Kwalitas permasalahannya lebih besar, maka kita dulukan dulu yang lebih besar permasalahannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara luas atau garis besarnya, semua pasien dapat kita terima karena merupakan lahan yang subur atau jembatan atau titik temu antar kita dengan pasien utnuk menyukseskan misi kita. Dengan prinsip \u201epenuhi kebutuhan oran lain(pasien) maka kebutuhan Ku (Misi Gantharwa) akan terpenuhi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa misi kita; misi kita yang sederhana adalah menyampaikan kabar gembira.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menangani pasien, penyajian dalam misi kita harus sebaik mungkin, dalam bahasa, obat, kepecayaan, dst<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Efektivitas dan efisiensi sebagai paranormal (kita): haruslah bisa menempatkan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyembuhan terhadap pasien tergantung pada: Subjek, Objek, dan Faktor X \/ lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">II. bagaiman cara menghadapi dan mengenali iblis\/setan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">kita harus mengetahui sifat dari iblis:<br>1. Iblis Level Rendah : sifatnya adalah menakut-nakuti<br>2. Iblis Level Kelas Tinggi: dalam penampilannya dengan manusia sangat bersahabat, halus dan menarik. Tapi akan ada saatnya kita akan di jerumuskan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 masalah kerasukan Iblis: banyak yang berpendapat bahwa kalau kerasukan itu harus kejang-kejang, atau berbahasa aneh, dll. Namun justru yang paling berbahaya adalah kerasukan sifat iblis masuk pada manusia; seperti ide iblis, malas, marah, egois, ambisius negatif, benci, se_ide. Itulah kerasukan secara Roh atau Mental. Sedangkan kalau kerasukan secara fisik yang lebih bahaya adalah \u201dKeterikatan pada sesuatu\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">cara kita menolak tawara iblis<br>secara bahasa injil adalah Tulus Seperti merpati dan cerdik seperti ular.<br>1. tulus: ditinjau dari motivasi yang benar, atau kawruh, tetap dalam kemanunggalan<br>2. cerdik: secara iptek: pandai, yaitu dapat merangkum atau menkombinasikan sabda-sabda Allah, namun ini tidak lengkap. Maka haru di ikuti secara Rohani: bercinta kasih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasien Iseng dan Menghadapi IblisJumat Kliwon 20 November 1997Oleh: Kiai Ganjel I. Tanggapan kita pada pasien-pasien yang \u201ciseng\u201d, bagaimana sikap kita? Dilihat dari tingkatan ke\u201diseng\u201dannya:\u2013 Kepantasannya, ini sangat luas tergantung dari pengertian kita, kalau menurut kita tidak pantas, tidak usah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-193","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"jwk","author_link":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/author\/jwk\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Uncategorized<\/a>","rttpg_excerpt":"Pasien Iseng dan Menghadapi IblisJumat Kliwon 20 November 1997Oleh: Kiai Ganjel I. Tanggapan kita pada pasien-pasien yang \u201ciseng\u201d, bagaimana sikap kita? Dilihat dari tingkatan ke\u201diseng\u201dannya:\u2013 Kepantasannya, ini sangat luas tergantung dari pengertian kita, kalau menurut kita tidak pantas, tidak usah","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193\/revisions\/194"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagaweningkaton.my.id\/latihan3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}